Mediapriangan.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melakukan kunjungan ke Kampung Barat, Tangerang, dengan mengenakan rompi bertuliskan 'Putra Mulyono'.
Keberadaan rompi yang Kaesang kenakan jelas menjadi pusat perhatian, dengan tulisan 'Putra Mulyono' yang tertera di bagian belakang, disertai gambar siluet seorang pria duduk, yang banyak diasumsikan sebagai sosok Presiden Jokowi.
Momen ini memicu berbagai asumsi dari publik, terutama terkait dengan sikap Kaesang Pangarep yang mengenakan rompi bertuliskan 'Putra Mulyono', yang tampaknya menunjukkan bahwa ia "tebal muka" dalam menghadapi kritikan netizen.
Istilah 'Mulyono' sendiri muncul dari kritik-kritik masyarakat terhadap Presiden Jokowi, sehingga penggunaan nama ini mengundang pertanyaan: Apakah Kaesang sedang mengusung politik anti baper atau justru mengabaikan kritik?
Kaesang dikenal mengusung konsep “politik gembira” atau “anti baper” bersama PSI sejak tahun 2023. Ia percaya bahwa pendekatan politik yang menyenangkan dapat menarik perhatian dan hati rakyat.
Dalam upayanya, ia mengajak masyarakat untuk menyampaikan kritik dengan cara yang positif, tanpa merendahkan atau mencela.
"Kami ingin berpolitik dengan cara yang ceria, tanpa harus menyakiti perasaan orang lain," ungkap Kaesang dalam pernyataan PSI pada 20 November 2023.
Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam politik, agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik dan tidak terjebak dalam intrik politik yang sering terjadi di Indonesia.
Tanggapan Publik terhadap Rompi 'Putra Mulyono'
Meskipun begitu, momen Kaesang mengenakan rompi tersebut juga dianggap oleh sebagian publik sebagai bentuk penolakan terhadap kritik.