nasional

Dari Masalah Anggaran hingga Skandal Lama, Ini Menteri di Kabinet Prabowo yang Picu Reaksi Publik dan Jadi Sorotan

Kamis, 24 Oktober 2024 | 17:25 WIB
Setelah pelantikan Kabinet Merah Putih Prabowo Gibran, beberapa tokoh publik yang diangkat menjadi menteri langsung menuai kontroversi. (Instagram.com/@gibran_rakabuming)

Bahlil mengungkapkan istilah 'tukar guling' dalam sebuah pidatonya yang menimbulkan spekulasi publik.

Pernyataannya bahwa Golkar telah menyerahkan posisi Ketua MPR kepada partai Gerindra untuk memperoleh keuntungan politik tertentu menimbulkan kontroversi.

Baca Juga: Kabinet ‘Gemuk’ Presiden Prabowo, Mirip dengan Kabinet Dwikora Era Soekarno yang Pernah Beranggotakan 132 Orang

Warganet merespons hal ini dengan skeptis, mempertanyakan transparansi politik di dalam kabinet baru ini.

4. Natalius Pigai – Menteri HAM

Natalius Pigai juga menjadi sorotan setelah mengusulkan kenaikan anggaran Kementerian HAM hingga Rp20 triliun, padahal anggaran saat ini hanya Rp60 miliar.

Pigai menyatakan bahwa dengan anggaran yang lebih besar, kementeriannya dapat membawa perubahan besar di bidang HAM.

Baca Juga: Prabowo Lebih Blak-Blakan Ketimbang Jokowi? Intip Perbedaan Gaya Pidato Dua Presiden RI dan Pengaruhnya terhadap Publik

Usulannya ini memicu berbagai pendapat, terutama terkait prioritas anggaran pemerintah.

Selain keempat menteri tersebut, beberapa tokoh lain di kabinet juga menghadapi kritikan karena masa lalu mereka yang penuh kontroversi.

Nama-nama seperti Zulkifli Hasan, Dito Ariotedjo, dan Wahyu Trenggono menjadi pusat perhatian warganet.
Berikut adalah beberapa contoh kontroversi yang melibatkan mereka:

1. Zulkifli Hasan

Pada tahun 2020, Zulkifli Hasan sempat diperiksa oleh KPK terkait kasus suap dalam alih fungsi hutan di Riau.

Baca Juga: Meta dan TikTok Indonesia Sambut Baik Peraturan Presiden untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas di Indonesia

Meskipun Zulkifli membantah tuduhan tersebut, namanya tetap kerap dikaitkan dengan skandal ini, dan banyak yang mempertanyakan transparansi pemerintah dalam memilih menteri.

Halaman:

Tags

Terkini