Mediapriangan.com - Seiring pelantikan Kabinet Merah Putih Prabowo Gibran, beberapa tokoh publik yang diangkat menjadi menteri langsung menuai berbagai reaksi dari masyarakat.
Meskipun baru beberapa hari bertugas, beberapa menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Gibran tersebut sudah memunculkan kontroversi yang menyedot perhatian netizen di media sosial.
Berikut ini beberapa nama menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Gibran yang menuai perhatian publik:
1. Yusril Ihza Mahendra – Menko Bidang Hukum dan HAM
Nama Yusril langsung jadi perbincangan hangat usai komentarnya terkait peristiwa 1998. Menurutnya, tragedi tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat, memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.
Ia berpendapat bahwa pelanggaran HAM berat lebih tepat disematkan pada kasus genosida atau pembersihan etnis, sementara Indonesia, menurutnya, tidak mengalami kasus semacam itu setelah tahun 1960.
2. Yandri Susanto – Menteri Desa dan Daerah Tertinggal
Yandri menghadapi kritik keras setelah surat undangan acara pribadi yang menggunakan kop surat Kementerian Desa tersebar luas.
Warganet dan beberapa pejabat menyayangkan penggunaan fasilitas negara untuk urusan pribadi, meski Yandri membantah telah melanggar aturan.
Insiden ini menjadi perdebatan panas di media sosial, dengan beberapa pihak menuntut klarifikasi lebih lanjut.
3. Bahlil Lahadalia – Menteri ESDM
Artikel Terkait
Daftar Peringatan Nasional dan Internasional Bulan Oktober 2024, Deretan Momen Bersejarah dari Indonesia hingga Dunia
Baparekraf Developer Day 2024 Yogyakarta: Membangun Ekosistem Digital yang Inklusif dan Kompetitif untuk Indonesia
Gibran Tinjau Uji Coba Makan Siang Gratis di SMAN 70 Jakarta, Ini Fakta Menarik Sekolah Favorit Artis dan Selebgram
Akibat Kelamaan di Jalan, Kartu E-Toll Kedaluwarsa, Pro-Kontra Kebijakan di Tengah Keluhan Warganet
Refleksi dan Peran Vital, Sejarah Peringatan Hari Parlemen Indonesia 16 Oktober sebagai Pilar Penting Demokrasi
79 WNI Berhasil Dievakuasi dari Lebanon, Begini Situasi Terkini di Beirut Usai Serangan Udara Israel