nasional

Soroti Dana Triliunan, Inilah 3 Permintaan Anggaran Natalius Pigai Demi Wujudkan Penguatan Program HAM di Indonesia

Sabtu, 2 November 2024 | 08:01 WIB
Menyoroti deretan permintaan anggaran triliunan dari Menteri HAM Natalius Natalius Pigai. Berikut ini ulasan selengkapnya. (Instagram.com/@natalius_pigai)

2. Rp8,3 Triliun untuk Sosialisasi HAM di Tingkat Desa

Dalam inisiatifnya untuk meningkatkan pemahaman HAM hingga ke lapisan masyarakat desa, Pigai mengusulkan program dengan anggaran Rp100 juta per desa.

Program ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat tentang hak-hak asasi manusia, dengan total anggaran mencapai Rp8,3 triliun untuk meliputi sekitar 83 ribu desa di seluruh Indonesia.

Pigai menekankan bahwa edukasi HAM di perdesaan adalah langkah krusial agar kesadaran HAM dapat benar-benar mengakar di kalangan masyarakat.

Baca Juga: Pro Kontra Soal Prabowo Gembleng Anggota Kabinet di Akmil Magelang, 4 Menteri Ini Malah Asyik Berbagi Cerita di Medsos

“Dengan alokasi Rp100 juta per desa, kami ingin sosialisasi HAM dapat dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran,” tegasnya.

3. Permintaan Anggaran Tambahan di Atas Rp20 Triliun 

Selain alokasi dana khusus untuk pegawai dan desa, Pigai juga menyampaikan kebutuhan anggaran hingga Rp20 triliun untuk menjalankan berbagai program strategis dalam pembangunan HAM yang mencakup aspek fisik maupun nonfisik.

Menurutnya, anggaran ini akan dialokasikan untuk penyusunan regulasi, pembentukan kebijakan baru, dan penyediaan sarana pemenuhan hak-hak masyarakat.

Baca Juga: Dari Masalah Anggaran hingga Skandal Lama, Ini Menteri di Kabinet Prabowo yang Picu Reaksi Publik dan Jadi Sorotan

“Dengan anggaran yang cukup, saya yakin dapat membawa perubahan dalam penegakan HAM di Indonesia. Jangan remehkan potensi ini; kita sedang bicara tentang masa depan HAM di negeri ini,” ujarnya.

Pigai juga menyoroti pentingnya dukungan finansial untuk memperkuat kehadiran Kementerian HAM di setiap provinsi dengan pembentukan kantor wilayah eselon II.

Langkah ini dinilai Pigai penting untuk memperkuat sistem pengawasan dan implementasi HAM secara langsung di daerah.***

Halaman:

Tags

Terkini