nasional

Rekap Seru BRI Journalism 360 Palembang, Dari Pelatihan Content Creator di UIN Raden Fatah Hingga Mediapreneur Talks

Senin, 23 Desember 2024 | 07:00 WIB
(Dari kiri ke kanan) CEO Props Ilona Juwita, CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono, dan Koordinator Bidang Pelatihan dan Program Jurnalisme Berkualitas Komite Publisher Rights Fransiskus Surdiasis (ketiga dari kiri) saat menjadi pemateri di MIND ID Mediapreneur Talks 2024. (Dok. Promedia)

CEO Promedia Agus Sulistriyono turut memberikan pandangan menarik tentang transformasi industri media.

"Ada sebuah peluang baru yang tidak bisa diremehkan, yaitu tentang keahlian membuat konten atau sebutannya content creator," ungkapnya.

Menurut Agus, meski platform media terus berubah, bisnis informasi akan selalu relevan.

Baca Juga: Diskusi Bareng Mahasiswa UIN Raden Fatah, CEO Promedia di BRI CoreLab Palembang, Bisnis Informasi Tak Pernah Mati

MIND ID Mediapreneur Talks: Mengupas Bisnis Media Bersama Praktisi

Rangkaian kedua event ini berlangsung di Hotel Aston Palembang pada 18 Desember 2024. MIND ID Mediapreneur Talks menjadi ruang diskusi interaktif yang membahas perkembangan bisnis media informasi, dihadiri oleh insan pers, content creator, dan pengusaha media.

Tiga pembicara terkemuka, yaitu Agus Sulistriyono (CEO Promedia), Ilona Juwita (CEO Props), dan Fransiskus Surdiasis (Komite Publisher Rights), menyampaikan perspektif mereka dalam sesi talk show.

Agus menyoroti tantangan yang dihadapi media digital saat ini.

"Diperkirakan lebih 50 ribu media online di tanah air, tapi mayoritas hanya 'punya-punyaan media'. Bukan sedang membangun bisnis media," tegasnya.

Baca Juga: Suksesnya BRI Journalism 360 di Semarang, Promedia dan BRI Ajak Mahasiswa dan Jurnalis Gali Jurnalisme Berkualitas

Sementara itu, Ilona Juwita menyoroti pergeseran konsumsi media di Indonesia yang kini didominasi oleh media sosial.

"Dengan sekitar 185 juta pengguna internet di Indonesia, konsumsi media masih didominasi oleh medsos," bebernya.

Fransiskus Surdiasis menjelaskan konsep Publisher Rights yang bertujuan menciptakan ekosistem digital yang adil.

"Ekosistem digital yang adil memungkinkan kapasitas ekonomi media berita berkembang baik, jurnalisme berkualitas, dan demokrasi yang sehat," paparnya.***

Halaman:

Tags

Terkini