nasional

Alasan Makan Bergizi Gratis di Kendari Masih Gunakan Dana Pribadi Prabowo, Ini Penjelasan dari PCO

Rabu, 8 Januari 2025 | 08:12 WIB
Potret pelaksanaan pogram Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah di Indonesia yang dimulai pada Senin, 6 Januari 2025, termasuk di di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (Dok. Sekneg)

Mediapriangan.com - Pada Senin, 6 Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimulai, termasuk di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Namun, terdapat satu hal yang menarik perhatian publik terkait pelaksanaan program ini, terutama di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Di daerah tersebut, pelaksanaan program MBG ternyata masih menggunakan uang pribadi Presiden Prabowo Subianto. Apa yang menyebabkan hal ini?

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan/PCO, Hasan Nasbi, memberikan penjelasan terkait pelaksanaan program MBG di Kendari. Program ini menjadi sorotan karena dana sebesar Rp71 triliun dari APBN 2025 belum sepenuhnya digunakan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Era Prabowo Turunkan Biaya Haji 2025, Menag Beberkan Detail Kesepakatan dan Perbandingan dengan 2024

Menurut Hasan, memang ada beberapa daerah yang belum mengakses dana tersebut, termasuk Kendari.

"Di Kendari memang dana yang digunakan berasal dari anggaran uji coba yang sebelumnya diberikan oleh Pak Prabowo," jelas Hasan pada Senin, 6 Januari 2025.

Ia menambahkan bahwa dana MBG di Kendari berasal dari anggaran uji coba yang telah digulirkan sebelum Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai Presiden.

"Jadi mereka masih memakai dana yang sudah ada sebelumnya," tambah Hasan.

Baca Juga: Awali Putaran Ke 4, GS Caltex Tumbangkan Pink Spiders, Ini Jadwal Pertandingan Lengkap Liga Voli Putri Korea Januari 2025

Untuk tahap selanjutnya, dapur MBG di Kendari akan mulai menggunakan dana dari APBN yang sudah dialokasikan untuk melanjutkan program tersebut.

"Setelah itu, mereka akan beralih menggunakan dana dari APBN (Rp71 triliun) yang dikelola oleh BGN (Badan Gizi Nasional)," kata Hasan.

Program MBG ini resmi dimulai pada Senin, 6 Januari 2025, dan telah dilaksanakan di 26 provinsi, termasuk Aceh, Kepulauan Riau, seluruh provinsi di Pulau Jawa, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Barat dan Papua Selatan.

Baca Juga: Shin Jae-Won Jadi Sorotan Warganet, Anak Shin Tae-yong Marah Ayah Dipecat PSSI, Ungkap Firasat Sebelum Keputusan Ini

Pada tahap awal ini, sebanyak 190 dapur MBG telah beroperasi, dengan target 937 dapur yang berfungsi pada akhir tahun 2025.

Halaman:

Tags

Terkini