Cegah Wabah PMK di Kabupaten Tasikmalaya, 1.000 Vaksin Disiapkan dan Pasar Hewan Ditutup Mulai 8 Januari 2025

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 7 Januari 2025 | 15:06 WIB
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya bergerak atasi wabah PMK, dengan menyiapkan 1.000 vaksin dan pasar hewan ditutup mulai 8 Januari 2025.   (D. Farhan Kamil)
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya bergerak atasi wabah PMK, dengan menyiapkan 1.000 vaksin dan pasar hewan ditutup mulai 8 Januari 2025. (D. Farhan Kamil)

Mediapriangan.com - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebar ke Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga Selasa, 7 Januari 2024. Ratusan sapi di wilayah selatan Tasikmalaya dilaporkan terjangkit penyakit ini.

Menurut data dari  Kabupaten Tasikmalaya, terdapat populasi sapi sebanyak 45 ribu ekor. Dari jumlah tersebut, 470 sapi dinyatakan positif PMK, dengan 36 di antaranya mati.

"Kami terima informasi dan langsung lakukan investigasi. Ternyata hasilnya dari populasi 45 ribu ekor sapi ada 470 ekornya positif PMK, ada 36 ekor sapi mati," ujar Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, pada Selasa, 7 Januari 2024.

Baca Juga: Darurat PMK di Kabupaten Tasikmalaya, 36 Sapi Mati dari 470 Ternak yang Terinfeksi, Tasik Selatan Jadi Zona Terparah

Sebagai langkah preventif, dinas telah melakukan berbagai upaya, termasuk investigasi langsung ke lapangan dan edukasi kepada peternak serta masyarakat terkait pencegahan dan penanganan PMK.

Selain itu, langkah drastis dilakukan dengan menutup sementara Pasar Hewan Manonjaya dan Singaparna selama 14 hari.

Tatang menjelaskan bahwa penutupan pasar hewan ini dilakukan karena tingginya aktivitas perdagangan ternak dari wilayah Tasik Selatan, seperti Cikalong, Parungponteng, Karangnunggal, dan Cipatujah, yang menjadi daerah dengan kasus PMK tertinggi.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Kembangkan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan Bersama Kementan dan PLN

Surat keputusan penutupan sementara tersebut akan berlaku mulai Rabu, 8 Januari 2025, setelah dikeluarkan oleh Bupati.

“Surat keputusan penutupan ini oleh dinas akan dikirim ke pasar hewan. Jadi tidak mendadak pemberitahuannya, memberikan waktu kepada pedagang dan masyarakat, termasuk kami akan melakukan cek kesehatan yang ketat di pasar hewan,” jelas Tatang.

Selain penutupan pasar, langkah lain seperti isolasi ternak yang terjangkit, vaksinasi, dan pemberian vitamin juga dilakukan untuk mengatasi wabah.

Baca Juga: Sidak di Pasar Singaparna, Pasokan Pangan Aman Meski Harga Cabai Melonjak 100 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru 2025

Tatang menyebutkan bahwa vaksinasi telah dilakukan pada belasan ribu ternak, dengan tambahan sekitar 1.000 dosis vaksin baru yang akan segera didistribusikan.

“Yah kami di samping sosialisasi ke peternak, kami juga suntikan vaksin untuk belasan ribu ternak. Malahan terbaru akan ada sekitar 1.000 dosis vaksin untuk sapi,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X