Mediapriangan.com - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebar ke Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga Selasa, 7 Januari 2024. Ratusan sapi di wilayah selatan Tasikmalaya dilaporkan terjangkit penyakit ini.
Menurut data dari Kabupaten Tasikmalaya, terdapat populasi sapi sebanyak 45 ribu ekor. Dari jumlah tersebut, 470 sapi dinyatakan positif PMK, dengan 36 di antaranya mati.
"Kami terima informasi dan langsung lakukan investigasi. Ternyata hasilnya dari populasi 45 ribu ekor sapi ada 470 ekornya positif PMK, ada 36 ekor sapi mati," ujar Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, pada Selasa, 7 Januari 2024.
Sebagai langkah preventif, dinas telah melakukan berbagai upaya, termasuk investigasi langsung ke lapangan dan edukasi kepada peternak serta masyarakat terkait pencegahan dan penanganan PMK.
Selain itu, langkah drastis dilakukan dengan menutup sementara Pasar Hewan Manonjaya dan Singaparna selama 14 hari.
Tatang menjelaskan bahwa penutupan pasar hewan ini dilakukan karena tingginya aktivitas perdagangan ternak dari wilayah Tasik Selatan, seperti Cikalong, Parungponteng, Karangnunggal, dan Cipatujah, yang menjadi daerah dengan kasus PMK tertinggi.
Surat keputusan penutupan sementara tersebut akan berlaku mulai Rabu, 8 Januari 2025, setelah dikeluarkan oleh Bupati.
“Surat keputusan penutupan ini oleh dinas akan dikirim ke pasar hewan. Jadi tidak mendadak pemberitahuannya, memberikan waktu kepada pedagang dan masyarakat, termasuk kami akan melakukan cek kesehatan yang ketat di pasar hewan,” jelas Tatang.
Selain penutupan pasar, langkah lain seperti isolasi ternak yang terjangkit, vaksinasi, dan pemberian vitamin juga dilakukan untuk mengatasi wabah.
Tatang menyebutkan bahwa vaksinasi telah dilakukan pada belasan ribu ternak, dengan tambahan sekitar 1.000 dosis vaksin baru yang akan segera didistribusikan.
“Yah kami di samping sosialisasi ke peternak, kami juga suntikan vaksin untuk belasan ribu ternak. Malahan terbaru akan ada sekitar 1.000 dosis vaksin untuk sapi,” tambahnya.
Artikel Terkait
Kekecewaan Shin Jae-won terhadap Pemecatan STY, Intip Fakta dan Kontroversi Ketum PSSI Sebelum Erick Thohir
Korea Selatan Membela, Malaysia Menyindir, Begini Nyinyiran Media Asing Terkait Pemecatan Shin Tae-yong oleh PSSI!
Patrick Kluivert Dari Belanda Digadang Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini 3 Perbandingan Kariernya dengan Shin Tae-yong
Fabrizio Romano Ungkap Kode Erick Thohir soal Pengganti STY di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Disebut, Kesepakatan Tercapai?
Reaksi Jeong Seok-seo dan Hubner di Medsos Usai Shin Tae-yong Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Indonesia
4 Bintang Timnas Indonesia Ungkap Momen Haru Bersama Shin Tae-yong: Dari Rizky Ridho Hingga Jay Idzes