nasional

Alasan Makan Bergizi Gratis di Kendari Masih Gunakan Dana Pribadi Prabowo, Ini Penjelasan dari PCO

Rabu, 8 Januari 2025 | 08:12 WIB
Potret pelaksanaan pogram Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah di Indonesia yang dimulai pada Senin, 6 Januari 2025, termasuk di di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (Dok. Sekneg)

"Jumlah dapur akan terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penerima," ujar Hasan.

Hasan juga berbagi pengalamannya mengunjungi beberapa dapur dan sekolah yang terlibat dalam program ini.

Menurutnya, prosedur operasional standar (SOP) di dapur sudah diterapkan dengan baik, terutama dalam hal kebersihan.

Baca Juga: 3 Fakta Unik Karier Patrick Kluivert, Calon Pelatih Timnas Indonesia, Dari Legenda FC Barcelona hingga Pengalaman Eropa

"SOP di dapur sudah berjalan dengan baik. Begitu masuk, SOP untuk menjaga kebersihan diikuti dengan ketat, seperti mengganti alas kaki, menggunakan penutup rambut, dan masker," jelas Hasan.

Ia juga mencatat bahwa kompartemen dapur sudah tertata rapi dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Terkait dengan aspek gizi, Hasan menyampaikan bahwa menu makanan yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan kalori untuk setiap jenjang pendidikan.

Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Melejit di Era Shin Tae-yong, Mampukah Pelatih Baru PSSI Jaga Prestasi Skuad Garuda?

"Secara kalori, anak SMP-SMA diberi 600 kalori, sementara anak PAUD dan kelas 1-3 SD mendapatkan sekitar 300 kalori," ujarnya.

Program ini dirancang untuk memberikan asupan gizi yang optimal bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik di berbagai jenjang pendidikan, baik sekolah umum, kejuruan, maupun agama.

Meskipun program ini sudah berjalan lancar di beberapa tempat, belum ada pernyataan resmi dari Istana terkait penggunaan dana MBG di Kendari yang sempat mencuri perhatian publik.

Namun, Hasan menegaskan bahwa program ini tetap berlanjut dan akan terus diperluas sesuai dengan kesiapan daerah.***

Halaman:

Tags

Terkini