nasional

Pro-Kontra Pembelajaran Selama Ramadan, Skema Baru Pemerintah Prabowo serta Sejarah Panjang Libur Puasa di Indonesia

Minggu, 19 Januari 2025 | 21:29 WIB
Ilustrasi belajar di rumah selama Ramadan untuk mendukung aktivitas ibadah puasa. (Freepik)

Bahkan, dalam Perang Jawa, Pangeran Diponegoro pernah mengusulkan penghentian diskusi perang dengan Belanda selama Ramadan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci.

Baca Juga: Drama Korea Slowly but Intensely yang Dibintangi Gong Yoo dan Song Hye-kyo Mulai Syuting, OTW Tayang di Netflix

Namun, langkah Belanda ini memiliki motif politis. Sejarawan Peter Carey menyebut pendekatan tersebut bertujuan untuk memengaruhi Pangeran Diponegoro agar menyerah tanpa syarat.

Tradisi libur Ramadan ini sempat dihentikan pada masa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef (1978-1983), yang meniadakan libur sekolah selama Ramadan.

Kebijakan ini menuai kontroversi, terutama dari kalangan tokoh agama, karena dianggap mengurangi fokus ibadah. Namun, Daoed berpendapat bahwa belajar di sekolah juga merupakan bagian dari ibadah.

Baca Juga: 4 Pengakuan Jeje Usai Tinggalkan Indonesia, Dari Keputusan Dadakan PSSI hingga Pesan Move On untuk Fans Garuda

Dukungan dan Tanggapan Ormas Islam

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik kebijakan ini dan telah menyiapkan berbagai program alternatif, seperti pesantren kilat. Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan bahwa Ramadan tetap harus menjadi ajang pendidikan karakter dan akhlak mulia.

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana membahas kebijakan ini lebih mendalam pada Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar, yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2025.

"Kami akan mendalami kebijakan ini dalam Munas Konbes mendatang. Berbagai isu akan dibahas, termasuk kebijakan pembelajaran Ramadan," ujar Ketua PBNU Ahmad Suaedy.

Baca Juga: Agus Salim Tagih Janji Denny Sumargo Setelah Uang Donasi untuk Pengobatannya Dialihkan ke Korban Bencana NTT

Manfaat Belajar di Rumah Saat Ramadan

Belajar di rumah selama Ramadan memiliki berbagai manfaat, seperti memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih fokus beribadah, mengurangi kelelahan saat puasa, dan menciptakan suasana belajar yang lebih fleksibel.

Selain itu, kegiatan seperti pesantren kilat dan belajar bersama keluarga dapat menjadi sarana pendidikan yang lebih personal dan menyenangkan.

Dengan sejarah panjang dan pro-kontra yang menyertai, kebijakan pembelajaran selama Ramadan terus menjadi topik menarik yang layak untuk diperhatikan. Bagaimana pendapat Anda?***

Halaman:

Tags

Terkini