nasional

Klaim Sebagai Maskapai Full Service, Bos Garuda Ungkap Alasan di Balik Mahalanya Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia

Jumat, 24 Januari 2025 | 21:40 WIB
Bos Garuda ungkap alasan tiket pesawat Garuda Indonesia bisa mahal. (Instagram.com/garuda.indonesia)

Rincian layanan bandara yang disebutkan oleh Wamildan seperti biaya lepas landas, pendaratan, sewa ruangan, sewa ruangan bandara, bea masuk suku cadang, dan parkir pesawat yang semuanya dibayar oleh pihak maskapai.

Baca Juga: GS Caltex Raih Kemenangan atas IBK Altos dalam Pertarungan 5 Set, Cek Update Top Skor Liga Voli Putri Korea 2024-2025

Biaya yang dikeluarkan itu sebagian besar juga dikenakan pajak.

“Ada biaya terkait layanan di bandara, lalu ada take off landing fee yang harus kami bayar dan itu belum termasuk pajak,” ungkap Wamildan.

“Jadi semua transaksi yang kami lakukan terkait avtur dan pembayaran jasa pelayanan bandara termasuk sewa ruangan kami di bandara terikat dengan pajak,” ucapnya.

“Belum kami sampaikan ada bea masuk dari suku cadang yang masuk ke Indonesia, itu juga kena pajak,” imbuhnya.

Baca Juga: Red Sparks Jamu AI Peppers, Gelar 'Mega Day' untuk Penggemar Megawati di Chungmu Gymnasium pada 26 Januari 2025

Garuda memiliki margin tipis karena pesawat full service

Dalam momen itu, Wamildan juga membongkar jika Garuda memiliki margin tipis karena maskapai tersebut memilih untuk full service.

Ini berarti bahwa Garuda harus memberikan layanan makanan ringan hingga makanan berat kepada penumpang.

Wamildan kemudian membandingkan dengan Citilink yang merupakan pesawat Low Cost Carrier atau LCC di mana pesawat ini memberikan tarif rendah dengan menghapus beberapa layanan penumpang.

“Kami (Garuda) maskapai full service, dapat kami sampaikan revenue to cost, cost to revenue itu sangat tipis jadi 94 persen,” kata Wamildan.

“Tapi kalau LCC yang kami lihat di Citilink bisa 84 persen jadi marginnya masih besar,” tambahnya.
***

Halaman:

Tags

Terkini