Mediapriangan.com - Pemerintah Indonesia tengah merancang skema bisnis baru dengan menghadirkan bullion bank atau bank emas. Wacana ini menjadi perbincangan hangat mengingat potensi emas yang melimpah di Tanah Air.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mengungkap alasan di balik pendirian bank emas ini. Menurut mereka, Indonesia perlu memaksimalkan nilai ekonomi dari cadangan emas yang selama ini tersimpan tanpa termanfaatkan secara optimal.
Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Ahmad Nasrullah, menyebut langkah ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Khususnya yang masih disimpan di brankas, mungkin tidak di bawah bantal, akan dioptimalkan melalui salah satu skema ini," kata Ahmad dalam acara 'Seminar Bullion Financial Services in Indonesia' di JCC Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2025.
Lalu, bagaimana implementasi bank emas di Indonesia dan apa saja manfaatnya? Berikut ulasan lengkapnya.
Bullion Bank Dukung Hilirisasi Sektor Tambang dan Ritel
Dalam pemaparannya, Ahmad menjelaskan bahwa kehadiran bullion bank dapat mempercepat hilirisasi industri tambang, manufaktur, hingga sektor ritel.
Menurutnya, ekosistem ini akan memberikan manfaat bagi semua pihak, dari pengusaha hingga konsumen akhir. Selain itu, pembiayaan untuk berbagai sektor juga akan semakin terintegrasi.
"Sebagai pengawas, OJK bisa mendorong financing untuk mendukung ekosistem yang ada," ujar Ahmad.
"Mungkin pembiayaan kepada refiners-nya, pembiayaan kepada manufacturer-nya, dan segala macam. Nah ini yang kami bayangkan," lanjutnya.
Perjalanan Panjang Usaha Bullion di Indonesia