Mediapriangan.com - Lebaran tinggal hitungan hari lagi, dan aktivitas mudik sudah mulai terlihat di jalanan. Mudik Lebaran 2025 merupakan salah satu tradisi merayakan Idulfitri 1446 H di kampung halaman.
Mudik Lebaran 2025, persoalan macet menjadi tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antara berbagai pihak untuk mengurai kepadatan lalu lintas agar perjalanan lebih lancar.
Salah satu upaya mengatasi kemacetan Lebaran 2025 adalah dengan menerapkan sistem jalur one way, yang mengubah jalan dua arah menjadi satu arah.
Namun, kebijakan ini tidak bisa diterapkan hanya berdasarkan prediksi, melainkan harus didukung oleh data jumlah kendaraan yang melintas di jalanan.
Hal tersebut diungkap oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho usai melakukan rapat koodinasi dengan Dirut PT Jasa Marga Subakti Syukur dan Dirops PT Jasa Marga Fitri Wiyanti pada Selasa, 25 Maret 2025.
“Ketika nanti bangkitan arus cukup tinggi indikator-indikator contra flow dan one way itu sudah jelas,” kata Agus di Jasa Marga Tollroad Command Center, Jatiasih usai rapat pada Selasa, 25 Maret 2025 tersebut.
“Kalau contra flow radar yang di KM 50 itu sudah 5500 (kendaraan) baru nanti dengan Pak Dirut akan memberlakukan contra flow satu lajur,” imbuhnya.
“Bila sudah 6400 satu jam berturut turut radar di KM 50 kami akan berlakukan contra flow lajur 2, sampai ketiga 7400 berturut-turut 1 jam,” jelasnya.
Karena kondisinya yang terus update, Agus mengungkapkan belum bisa memberikan prediksi.
“Jadi prediksi kapan akan diberlakukan one way tentunya nanti kami (Korlantas) dan pihak Jasa Marga melihat traffic counting yang update baru nanti kita simpulkan akan dilakukan one way nasional,” ucapnya.
Agus juga mengatakan kalau Korlantas bersama Jasa Marga melakukan penyusuran di tol Cikampek Cipularang sampai KM 71.