Cerita Fatur Korban Pengeroyokan di Pejompongan: Diseret dari Gang, Dipukul hingga Dipaksa Mengaku Provokator

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:03 WIB
Fatur, korban pengeroyokan di Pejompongan, mengaku diseret dari gang rumah, dipukuli, lalu dipaksa mengaku sebagai provokator kericuhan. (Instagram/achmadfahmichannel)
Fatur, korban pengeroyokan di Pejompongan, mengaku diseret dari gang rumah, dipukuli, lalu dipaksa mengaku sebagai provokator kericuhan. (Instagram/achmadfahmichannel)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Kesaksian Fatur, pelajar kelas 12 SMA atau Madrasah Aliyah, menambah cerita di balik kericuhan kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Pemuda berusia 18 tahun itu mengaku menjadi korban Pengeroyokan Pejompongan setelah sejumlah orang masuk ke area gang rumahnya pada Kamis, 27 Agustus 2026 malam.

Fatur menceritakan dirinya sedang berada di sekitar gang ketika sekelompok orang datang dalam jumlah banyak. Ia kemudian ditarik dan diseret keluar dari lingkungan rumah menuju kawasan gedung DPR.

“Posisinya lagi berdiri, bukan di luar (gang). Saya diseret dari sini sampai ke luar sana,” ucap Fatur, dikutip dari video yang diunggah oleh gurunya, Fahmi, melalui akun Instagram @achmadfahmichannel pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Baca Juga: Pemkab Ciamis Raih Juara 3 Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali, Unggul di Pengelolaan Sampah

Menurut Fatur, orang-orang yang masuk ke wilayah tersebut berjumlah sangat banyak. Ia menyebut jumlahnya mencapai ratusan orang.

“Banyak (orang), ramai. Ramai sampai ratusan orang lah,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan kelompok tersebut mengaku sebagai intel yang datang dari kawasan DPR. Setelah dibawa dari gang, Fatur mengaku dibawa menuju Polda Metro Jaya.

“Mereka mengakunya intel. Ngakunya intel dateng dari DPR. Pertama dari gang sini dibawa ke DPR, terus lanjut dibawa ke Polda Metro Jaya,” terangnya.

Baca Juga: Wisata Kuliner di Cibinong Bogor, Bakwan Malang Umay Punya Oseng Mercon Pedas yang Bikin Nagih

Fatur kemudian mengungkap dugaan Pengeroyokan Pejompongan yang dialaminya. Ia mengaku sempat dipaksa memberikan pengakuan sebagai provokator dalam kericuhan.

“Ada paksaan untuk mengaku. Pas ditarik, langsung ditarik aja keluar dari gang. Terus disamperin sama temen-temennya, dipukulin saya,” terangnya.

Sebelum dibawa keluar dari gang, Fatur mengaku telah menjelaskan bahwa dirinya merupakan warga setempat. Namun, pernyataan tersebut disebut tidak dipercaya oleh kelompok yang membawanya.

“Saya sudah ngaku, sudah ngomong ‘Saya warga sini’, tapi nggak percaya, yaudah saya dibawa keluar,” sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X