KRL Palmerah-Tanah Abang Kembali Melintas, Penumpang Sebut Ada Dugaan Pelemparan Batu

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40 WIB
KRL Palmerah-Tanah Abang kembali melintas setelah perjalanan sempat disesuaikan. Penumpang menyebut ada dugaan pelemparan batu saat kereta berjalan. (Threads/raynatazkia - vitaaadamanik)
KRL Palmerah-Tanah Abang kembali melintas setelah perjalanan sempat disesuaikan. Penumpang menyebut ada dugaan pelemparan batu saat kereta berjalan. (Threads/raynatazkia - vitaaadamanik)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Perjalanan KRL Palmerah-Tanah Abang kembali dapat dilakukan pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026, setelah sebelumnya perjalanan kereta disesuaikan akibat situasi di sekitar jalur rel.

Meski perjalanan mulai berjalan, penumpang KRL masih diminta meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya kerumunan massa yang disebut masih terlihat di sejumlah titik antara Palmerah dan Tanah Abang.

Situasi itu terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial. Salah satunya memperlihatkan perjalanan KRL menuju Tanah Abang dengan kondisi tirai jendela ditutup.

Baca Juga: Penembakan Jukir Liar di Palu, Polresta Palu Selidiki Perkelahian di Toko Ritel

Penutupan tirai tersebut dilakukan saat KRL Palmerah-Tanah Abang melintasi kawasan yang dinilai perlu mendapat perhatian dari sisi keamanan.

Dalam unggahan akun Threads @raynatazkia, seorang penumpang KRL membagikan pengalamannya ketika kereta melintas dari Stasiun Palmerah menuju Tanah Abang.

“KRL udah bisa lewat Palmerah-Tanah Abang dan pas lewat, ada yang lemparin batu,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Baca Juga: Viral Warga Diminta Rp1 Juta saat Ambil Motor Barang Bukti di Surabaya, Polisi Tegaskan Gratis

Pengunggah menyebut kondisi tersebut membuat penumpang di dalam gerbong, khususnya perempuan yang berada di bagian depan, panik.

“Nangis banget, langsung panik segerbong wanita paling depan, sebelum jalan udah tutup semua tirai jendela juga,” lanjutnya.

Menurut pengunggah, perjalanan tersebut berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB. Ia juga melihat kondisi jalan di sekitar lintasan yang masih belum sepenuhnya normal.

Baca Juga: Kerugian Rp1,1 Miliar, Tim Macan Blambangan Bongkar Sindikat Pecah Kaca Lintas Negara

“Setelah Stasiun Palmerah itu jalan raya masih ditutup dan di beberapa titik masih ada massa yang berkumpul, abis dilempar batu itu aku duduk gak berani liat ke luar lagi. Jadi, enggak tahu masih banyak atau enggak massanya,” terangnya.

Dugaan pelemparan batu tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika kereta melintas di tengah situasi kawasan yang masih terdapat kerumunan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X