nasional

Musim Kemarau Tapi Masih Sering Hujan Deras? BMKG Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Cuaca Tak Menentu Ini!

Sabtu, 12 April 2025 | 20:25 WIB
Ilustrasi Hujan Turun Saat Musim Kemarau di Indonesia. (Freepik/freepik)

Ia menambahkan, konvergensi adalah pertemuan massa udara yang dapat memicu naiknya udara hangat dan lembap ke atmosfer.

Pergerakan ini menyebabkan terbentuknya awan hujan secara signifikan di wilayah-wilayah terdampak.

Baca Juga: Lisa Mariana Akui Diancam Supaya Ngaku Halusinasi oleh Atalia Praratya, Usai Bongkar Hubungannya dengan Ridwan Kamil

Sementara itu, labilitas lokal adalah kondisi atmosfer yang memungkinkan udara naik dengan cepat karena lebih ringan dari udara sekitarnya.

Hal ini umum terjadi saat siang hari ketika matahari memanaskan permukaan bumi.

“Kondisi ini sering terjadi di wilayah dengan pemanasan matahari yang kuat atau adanya perbedaan suhu antara berbagai ketinggian,” ujar Guswanto lagi.

Baca Juga: Lisa Mariana Ungkap Atalia Praratya Sudah Lama Tahu Hubungan Gelap Ridwan Kamil dan Keberadaan Anak Mereka

Wilayah yang saat ini masih mengalami hujan termasuk Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Daerah-daerah tersebut masih terpengaruh oleh dinamika lokal dan regional yang memperpanjang aktivitas hujan.

Meski demikian, masyarakat tetap disarankan untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, petir, dan banjir lokal, terutama di daerah-daerah yang masih rentan akan perubahan iklim dan peralihan musim.***

Halaman:

Tags

Terkini