Menyoal Tarif Impor Baru 32 Persen dari Presiden Trump, Prabowo Pastikan Indonesia Akan Cari Solusi Terbaik dan Tepat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 9 April 2025 | 07:46 WIB
Presiden Prabowo saat memimpin sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jumat, 21 Maret 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo saat memimpin sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jumat, 21 Maret 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Mediapriangan.com - Di awal bulan April 2025, Presiden Trump mengumumkan kebijakan baru terkait tarif impor.

Dari kebijakan barunya itu, ditetapkan tarif impor untuk Indonesia dari Amerika Serikat sebesar 32 persen.

Beberapa sektor industri dalam negeri akan terdampak kebijakan yang dikeluarkan oleh Trump ini.

Seperti industri tekstil, furniture, elektronik, dan sebagainya.

Baca Juga: Prabowo Sebut Tak Takut pada Pasar Modal dan Tetap Optimis karena Yakin Indonesia Punya Kekuatan Sendiri

Meski ada kehebohan mengenai naiknya tarif impor dan ketakutan masa depan mengenai apa yang akan terjadi di Indonesia, Presiden Prabowo memiliki pandangannya sendiri.

“Masalah (Presiden) Trump ini mungkin kita akan mengalami dampak yang berat,” kata Prabowo, dikutip dari wawancara bersama pemimpin redaksi media massa nasional yang diunggah di YouTube Najwa Shihab pada Senin, 7 April 2025.

“Terutama yang bisa kena adalah industri tekstil, sepatu, garmen, dan furniture ya ini berat, karena padat karya,” sambungnya.

Baca Juga: Pasca Viral Ditegur Dedi Mulyadi Lucky Hakim Klarifikasi Liburan ke Jepang Sudah Direncanakan Sejak Tahun 2024

Prabowo lantas berjanji bahwa pemerintah akan secepatnya mencari jalan keluar untuk mengatasinya.

Salah satunya adalah dengan membuka pasar baru.

“Tapi kita akan cari jalan keluar, kita harus berani mencari pasar baru, kita ini terlalu manja juga sih,” imbuhnya.

Baca Juga: Terancam Sanksi Usai Libur Tanpa Izin Lucky Hakim Bilang Gak Tahu Ada Aturan Pejabat Gak Boleh Cuti Saat Lebaran 2025

Prabowo kemudian mengungkapkan bahwa Indonesia terlalu tertarik pada pasar Amerika Serikat karena sejak awal sudah mengikuti pola dari Amerika.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X