nasional

Alasan Istana Soal Reshuffle, Prabowo Tak Langsung Ganti Pejabat Meski Ada Catatan, Fokus Evaluasi dan Peringatan

Minggu, 25 Mei 2025 | 16:22 WIB
Presiden Prabowo saat menghadiri Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru ASN Daerah di Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 13 Maret 2025. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

Prasetyo menjelaskan bahwa ketidaktepatan dalam menyampaikan sesuatu ke publik bukan berarti pejabat tersebut otomatis akan terkena reshuffle.

Baca Juga: 6 Insentif Ekonomi Diluncurkan 5 Juni 2025, Ada Diskon Tiket Pesawat, Tol, Listrik hingga BSU, Simak Daftar dan Syaratnya!

“Ya kan kalau pun misalnya dalam tanda kutip dianggap melanggar, kan tidak kemudian otomatis langsung dilakukan reshuffle ya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa hal-hal seperti pernyataan publik yang dianggap kurang tepat tidak serta-merta mencerminkan buruknya kinerja seorang pejabat.

“Karena kadang-kadang juga begini, apa yang dianggap melanggar tadi, kalau itu berbentuk sebuah misalnya penyampaian ke publik yang kurang pas, itu kan tidak kemudian berkorelasi dengan kinerja, kan begitu,” tuturnya.

Baca Juga: Bojan Hodak Bawa Persib Juara Beruntun Liga 1 dan Raih Pelatih Terbaik 2025, Ini Perjalanan Penuh Tekanan dan Prestasi

“Artinya nggak langsung melanggar kemudian dilakukan reshuffle, kan nggak begitu,” tandas Prasetyo.

Dengan penjelasan ini, Istana menegaskan bahwa proses evaluasi dan kebijakan penggantian pejabat tidak diambil secara terburu-buru, melainkan didasarkan pada pertimbangan menyeluruh terhadap kinerja dan dampaknya bagi masyarakat.***

Halaman:

Tags

Terkini