“Sebanyak 90 persen merchant GrabFood adalah UMKM. Kalau jumlah mitra menyusut, ini bisa menggerus arus ekonomi UMKM yang mayoritas mengandalkan pesanan online,” tegasnya.
Ia berharap keputusan terkait status driver ini tidak diambil secara terburu-buru, mengingat ekosistem digital saat ini sangat tergantung pada keseimbangan antara fleksibilitas mitra dan dukungan pada UMKM.
Grab Indonesia sendiri menyatakan akan terus berdialog dengan pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik.***