Grab Indonesia Khawatir Jika Driver Jadi Karyawan Tetap, Bisa Rugikan Mitra dan Ancam UMKM Digital!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 15 Juni 2025 | 07:30 WIB
Bos Grab buka suara terkait wacana menjadikan driver mitra sebagai karyawan.  (Facebook/KomunitasDriverGrabKudus)
Bos Grab buka suara terkait wacana menjadikan driver mitra sebagai karyawan. (Facebook/KomunitasDriverGrabKudus)

Mediapriangan.com - Grab Indonesia akhirnya buka suara soal wacana menjadikan mitra pengemudi ojek daring sebagai karyawan tetap.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan sejumlah kekhawatiran yang muncul jika kebijakan itu benar-benar diterapkan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan, Jumat 13 Juni 2025, Neneng menegaskan bahwa sistem kemitraan selama ini telah memberikan fleksibilitas kepada para mitra.

Baca Juga: KBRI Tehran Rilis 7 Imbauan Penting untuk WNI, Respons Cepat atas Serangan Israel ke Iran

Namun, jika status mereka diubah menjadi karyawan, hal itu justru bisa menimbulkan dampak negatif, termasuk pada sektor UMKM.

“Kalau di Indonesia hanya 17 persen yang bisa diserap, yang lain mau ke mana? Bagaimana mereka mendapatkan income?” kata Neneng, dikutip Sabtu 14 Juni 2025.

Ia mengacu pada contoh nyata dari Spanyol yang pada 2021 mengesahkan Riders’ Law.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Grup WA Gay Berisi Konten Porno, 4 Pria Ditangkap dan Terancam Penjara 6 Tahun

Kebijakan tersebut mewajibkan semua kurir daring menjadi pegawai tetap, tetapi hanya sebagian kecil yang berhasil diangkat. Sebagian besar lainnya kehilangan pekerjaan.

Lebih lanjut, Neneng menjelaskan bahwa skema mitra memberikan keleluasaan dalam memilih jam kerja dan sumber pendapatan.

Jika menjadi karyawan tetap, maka mitra harus tunduk pada sistem kerja yang lebih terikat dan penuh risiko jika sewaktu-waktu di-PHK.

Baca Juga: Erick Thohir Buka Suara Usai Qatar dan Arab Saudi Ditunjuk AFC Jadi Tuan Rumah Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026!

“Begitu dia di-PHK, panik cari kerja. Kecuali memang banyak sekali lapangan pekerjaan tersedia,” jelasnya.

Tak hanya itu, Neneng juga menyoroti dampak lanjutan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung layanan digital seperti GrabFood.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X