Waspadai Mindless Scrolling
Lebih jauh, Pratikno menyoroti kebiasaan scrolling media sosial yang dinilainya sangat berbahaya jika dilakukan terus-menerus.
Menurutnya, kebiasaan ini bisa melatih otak untuk berpikir pendek dan terbiasa membuat keputusan secara spontan, tanpa analisis.
“Kita harus hati-hati scrolling. Scrolling itu membuat tradisi berpikir yang sangat pendek, menjadi mindless scrolling,” sebutnya.
Ia menekankan pentingnya membangun tradisi berpikir mendalam di kalangan generasi muda. Hal ini agar mereka tidak terjebak pada pola pengambilan keputusan kilat yang kurang bijak.
“Karena mengambil putusan dalam durasi kurang dari 20 detik menjadi terbiasa mindless. Nah ini kan berbahaya,” imbuhnya.
Melalui himbauan ini, Pratikno berharap masyarakat, khususnya orang tua, dapat lebih bijak dalam memperkenalkan teknologi pada anak-anak serta mendampingi penggunaannya secara bertahap dan sehat.***