Zaskia Adya Mecca Terjebak Aksi March to Gaza, Dikepung Aparat Mesir dan Diintai Intel Hingga ke Dalam Hotel!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 17 Juni 2025 | 15:17 WIB
Zaskia Adya Mecca membagikan pengalaman ketika mengikuti aksi Global March to Gaza.  (Instagram/zaskiadyamecca)
Zaskia Adya Mecca membagikan pengalaman ketika mengikuti aksi Global March to Gaza. (Instagram/zaskiadyamecca)

 

Mediapriangan.com - Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Zaskia Adya Mecca membagikan pengalaman dramatis yang dialaminya saat mengikuti aksi Global March to Gaza.

Bersama sembilan warga negara Indonesia lainnya, ia sempat dikepung dan diintai ketat oleh aparat keamanan Mesir.

Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Zaskia menjelaskan bahwa mereka semula mendaftar terlambat sebagai perwakilan Indonesia. Akhirnya, mereka bergabung secara resmi dengan kontingen dari Malaysia.

seruBaca Juga: Setelah Tel Aviv Diserang Rudal Iran, Menhan Israel Ancam Warga Teheran, Akan Bayar Mahal dan Segera Terjadi!

"Kami mendaftar sebagai peserta secara resmi, di bawah kontingen dari Malaysia karena telat daftar, jadi sudah tidak bisa tambah perwakilan utama atas nama Indonesia," ujar Zaskia dikutip Selasa, 17 Juni 2025.

Ketegangan dimulai sejak mereka tiba di hotel. Kehadiran aparat yang langsung mencatat paspor para peserta membuat suasana jadi tak nyaman.

Situasi pun semakin genting ketika panitia menyatakan kesepakatan dengan otoritas Mesir batal, sehingga seluruh peserta aksi dianggap ilegal.

Baca Juga: Serangan Balasan Iran Bisa Hancurkan Tel Aviv Total, Pakar Israel Sebut Situasi Bisa Memburuk 20 Kali Lipat!

"Lalu, pagi hari keluar pernyataan panitia kalau kesepakatan tidak terjadi. Peserta long march dianggap ilegal dan polisi berhak menangkap para peserta," tulis Zaskia.

Tak lama kemudian, tiga mobil polisi datang dan melakukan penyisiran. Empat peserta dari negara lain ditangkap, sementara Zaskia dan rombongan terjebak dalam tekanan psikologis.

"Situasi kami lebih sulit, seolah terkunci untuk bergerak karena sekitar 20 polisi, intel, mobil polisi bahkan mobil tahanan siap di depan bus, khusus disiapkan untuk kami ber-10," lanjutnya.

Baca Juga: MUI Kecam Serangan Brutal Israel ke Teheran, Sebut Israel Terlaknat dan Desak Dunia Tegakkan Hukum Internasional

Untuk menghindari penahanan, mereka memutuskan berpindah ke hotel bintang lima, berharap mendapat perlindungan dari sistem keamanan hotel internasional. Namun, harapan itu tak sejalan dengan kenyataan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X