Mediapriangan.com - Upaya pemerataan destinasi wisata di Bali terus dipercepat melalui strategi penyebaran wisatawan ke kawasan utara dan barat Pulau Dewata, serta Banyuwangi.
Salah satunya lewat program Paket Wisata 3B, yang meliputi Bali Utara (Buleleng), Bali Barat (Jembrana), dan Banyuwangi.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati atau akrab disapa Ni Luh Puspa, menyatakan bahwa penjualan paket wisata 3B saat ini menunjukkan tren positif. Ia menyebut peningkatannya berkisar 5 hingga 10 persen.
“Jangan ada kata over tourism lagi, harus tersebar ke seluruh Bali, termasuk Banyuwangi,” ujar Puspa saat menghadiri Forum Penguatan Amenitas dan Aksesibilitas di Buleleng, Minggu 22 Juni 2025.
Program yang diluncurkan sejak 20 September 2024 itu bertujuan mengurai kepadatan wisatawan yang selama ini terkonsentrasi di Bali Selatan.
Namun, menurut Ni Luh Puspa, keberhasilan program ini tetap sangat bergantung pada kekuatan destinasi itu sendiri.
“Kita harus lakukan penguatan destinasi wisata itu sendiri, jadi di masing-masing wilayah itu, apa yang mau dijual, itu yang ditingkatkan,” tegasnya.
Target Turis China dan Skema Perjalanan Langsung
Ni Luh Puspa juga mengungkapkan bahwa sasaran utama dari promosi Paket Wisata 3B saat ini adalah turis asal China. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan agen perjalanan internasional guna memastikan alur wisatawan berjalan efektif.
Menurutnya, pemerintah telah menjalin komunikasi aktif dengan agen-agen wisata dari China agar arus kunjungan bisa diarahkan langsung ke Banyuwangi.
Dari sana, wisatawan akan dibawa menjelajahi Bali Barat, Buleleng, hingga Karangasem.