Wamenpar Ni Luh Puspa Tegaskan Pariwisata Berkualitas Bukan Sekadar Jumlah Turis, Tapi Pengalaman yang Berdampak

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 22:17 WIB
Momen Wamenpar Ni Luh Puspa saat memberikan kuliah umum di Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali pada Sabtu, 21 Juni 2025. (Kementerian Pariwisata)
Momen Wamenpar Ni Luh Puspa saat memberikan kuliah umum di Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali pada Sabtu, 21 Juni 2025. (Kementerian Pariwisata)

 

Mediapriangan.com - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya transformasi menuju pariwisata berkualitas yang bukan hanya mengejar angka kunjungan wisatawan, melainkan juga mengutamakan pengalaman berwisata yang bermakna dan berdampak positif.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum di Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali, pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Dalam paparannya, Ni Luh Puspa menyebut bahwa konsep quality tourism kini menjadi pendekatan yang wajib diterapkan dalam pembangunan sektor pariwisata nasional.

Baca Juga: Libur Panjang Idul Adha 2025 Bisa Jadi Momen Wisata Religi, Ini 5 Masjid Ikonik Indonesia yang Layak Dikunjungi

“Kita jangan terjebak, karena (pariwisata) berkualitas, bukan berarti kita hanya menyasar segmen tertentu saja,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengalaman wisata yang berkualitas mencakup lingkungan yang sehat, tempat yang aman dan nyaman, serta interaksi positif antara wisatawan dan masyarakat lokal.

Menurutnya, pariwisata berkualitas mencakup lebih dari sekadar wisatawan berpengeluaran besar. Ia menyoroti perubahan preferensi wisatawan global pascapandemi yang kini lebih memilih pengalaman yang personal, ramah lingkungan, dan menjauhi keramaian.

Baca Juga: Libur Waisak 2025 ke Mana? Ini 5 Destinasi Wisata Bernuansa Buddha yang Sarat Makna dan Keindahan!

Wisatawan masa kini, lanjutnya, cenderung tertarik pada destinasi tersembunyi, menghindari area padat, serta memilih akomodasi dan transportasi yang berkelanjutan.

Perubahan ini sejalan dengan prinsip baru ekonomi pariwisata, yaitu rendah kontak fisik, higienis, minim kerumunan, dan mobilitas yang terkontrol.

“Keempat prinsip ini yang kemudian memperkuat bahwa quality tourism adalah suatu keniscayaan. Ini bukan lagi opsi bagi pemerintah maupun pelaku industri, tapi keharusan,” ucapnya.

Baca Juga: Study Tour Dilarang Gubernur Baru? Ciamis Malah Gaskeun Wisata Lokal, Siap Jadi Destinasi Favorit Pelajar!

Ia mengungkapkan bahwa arah kebijakan pembangunan pariwisata nasional lima tahun ke depan, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029, menitikberatkan pada kualitas dan keberlanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X