nasional

Di Tengah Ibadah Umrah, Prabowo Langsung Instruksikan Penyelamatan KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali

Jumat, 4 Juli 2025 | 11:22 WIB
Potret Prabowo dan delegasi Indonesia saat melaksanakan umrah di Tanah Suci ketika kunjungan di Arab Saudi pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025 waktu setempat. (Pesiden.go.id)

Mediapriangan.com - Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025, langsung menjadi perhatian nasional, termasuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Meski sedang menjalankan ibadah umrah di Makkah, Arab Saudi, Prabowo dikabarkan segera mengambil tindakan tegas begitu mendapat laporan dari Tanah Air.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa Presiden menerima informasi soal insiden tersebut saat berada di Tanah Suci dalam rangkaian kunjungan kenegaraan.

Baca Juga: Tragedi Selat Bali, KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, 15 Penumpang Selamat dan 4 Ditemukan Meninggal Dunia

Dalam pernyataan resminya dari Makkah pada Kamis, 3 Juli 2025, Teddy menyampaikan, “Bapak Presiden mendapat laporan dan informasi dari Tanah Air bahwa telah terjadi kecelakaan tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali karena cuaca buruk.”

Ia menambahkan bahwa Prabowo, meskipun tengah menunaikan ibadah, tetap mengutamakan keselamatan rakyatnya.

“Dari Tanah Suci, Beliau langsung memerintahkan kepada jajaran Basarnas dan badan terkait untuk segera melakukan tanggap darurat penyelamatan para Penumpang dan Crew secepat mungkin,” jelas Teddy.

Baca Juga: Pangeran MBS Dukung Penuh! Menag Umar Beberkan Rencana Besar Kampung Haji RI di Arab Saudi Usai Bertemu Prabowo

Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tengah berlayar dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sebelum akhirnya tenggelam akibat cuaca ekstrem.

Kapal tersebut mengangkut total 65 orang yang terdiri dari 53 penumpang, 12 kru, dan membawa 22 unit kendaraan.

Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh Tim SAR. Laporan terbaru mencatat sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan, sementara 4 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sisanya, 38 orang, masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Baca Juga: Evaluasi SOP Pendakian Gunung, Menhut Gaet Agam Rinjani dan Tyo Survival: Wajib Persiapan dan Gelang RFID

Presiden Prabowo dipastikan akan terus memantau perkembangan proses evakuasi meskipun sedang berada di luar negeri. Arahan cepat dari Presiden menunjukkan respons tanggap darurat yang menjadi prioritas dalam menangani bencana dan musibah transportasi laut seperti ini.***

Tags

Terkini