Lebih lanjut, Maman menekankan bahwa kepergian istrinya bukan dalam rangka perjalanan resmi kementerian, melainkan untuk mendampingi sang anak yang sedang mengikuti kompetisi internasional bertajuk International World Innovative Student Expo, yang berlangsung selama 14 hari dan membawa nama Indonesia.
"Dan tolong ada anak-anak kita, dia bawa nama negara, ingin membanggakan orang tuanya dan bapaknya di rumah dan negara, sedang bertanding di sana," jelasnya.
Ia pun berharap polemik yang menyeret keluarganya ini segera dihentikan. Maman menganggap kehadirannya di KPK dan dokumen yang diserahkannya sebagai bentuk pertanggungjawaban dan sikap terbuka terhadap publik.
"Saya tidak perlu tunjukkan secara detail, karena nanti jadi rame lagi kalian. Sudah lah, ini sudah lengkap, semuanya sudah saya kasihkan ke KPK," tuturnya.
"Mudah-mudahan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban, komitmen moral. Ini komitmen moral. Dan ini bisa menjadi pembelajaran politik, pembelajaran positif buat kita semua," tukas Maman.***