Menteri Maman Bantah Terbitkan Surat Plesiran Istri, Sebut Tak Ada Perintah, Arahan, atau Disposisi dari Saya

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 6 Juli 2025 | 08:41 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman Tegaskan Tak Pernah Perintahkan Surat Plesiran Istri ke Luar Negeri. (Instagram.com/@maman.abdurrahman.st)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman Tegaskan Tak Pernah Perintahkan Surat Plesiran Istri ke Luar Negeri. (Instagram.com/@maman.abdurrahman.st)

 

 

Mediapriangan.com - Menteri UMKM Maman Abdurrahman akhirnya angkat bicara mengenai isu surat berkop Kementerian UMKM yang menyebutkan keberangkatan istrinya dalam rangka "misi budaya" ke luar negeri.

Dalam keterangan kepada awak media, Maman menegaskan bahwa dirinya tidak tahu-menahu terkait surat tersebut dan menyatakan tidak pernah memberikan arahan, perintah, maupun disposisi atas dokumen yang beredar itu.

"Terkait beredarnya dokumen sampai hari ini saya pun tak mengerti itu dokumen dari mana," ujar Maman di depan Gedung KPK, Jakarta, usai menyerahkan dokumen klarifikasi pada Jumat, 4 Juli 2025.

Baca Juga: Menteri Maman Datangi KPK Demi Bela Istri, Tegaskan Tak Gunakan Uang Negara untuk Plesiran ke Luar Negeri

"Jadi, saya tidak pernah ada perintah dari saya. Tidak ada pernah disposisi dari saya. Tidak ada pernah apa pun arahan dari saya. saya merasa tidak tahu-menahu mengenai dokumen tersebut. Oke, clear ya," imbuhnya.

Surat yang menjadi sorotan itu ditujukan ke sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia seperti KBRI Sofia, Brussel, Paris, Bern, Roma, Den Haag, serta Konsulat Jenderal RI di Istanbul.

Dalam isi surat disebutkan permintaan dukungan dan pendampingan terhadap istri Menteri UMKM dan rombongan selama kunjungan budaya ke beberapa kota di Eropa.

Baca Juga: Del Monte Foods Resmi Ajukan Bangkrut, Terlilit Utang Rp19 Triliun dan Terseret Perubahan Gaya Hidup Konsumen

Surat tersebut juga diketahui ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, dan ditembuskan ke Menteri UMKM serta Direktorat Eropa I-II di Kementerian Luar Negeri.

Namun, Maman memilih untuk tidak membahas lebih jauh soal surat tersebut. Ia menyebut persoalan ini sebaiknya ditangani secara internal di kementerian.

"Saya pikir itu biarkan menjadi domain internal kita, ada apa, bagaimana, segala macam. Tapi sepengetahuan kami, kita sudah cek, saya juga lihat," ujarnya.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul Minta Maaf, 1,9 Juta Data Bansos Dikoreksi, Ada Warga yang Tak Lagi Terima Bantuan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X