nasional

Silfester Matutina Ungkap Ditelepon Jokowi Sebelum Pemeriksaan Polisi soal Kasus Ijazah Palsu

Senin, 4 Agustus 2025 | 17:40 WIB
Potret Silfester Matutina, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih yang menjalani pemeriksaan polisi terkait tudingan ijazah palsu Jokowi pada Senin, 4 Agustus 2025. (Tangkapan layar idfood.co.id)

Mediapriangan.com - Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina, turut menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025.

Silfester datang untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus tudingan ijazah palsu yang dilaporkan atas nama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Hari ini, saya dan Bang Ade diminta datang untuk memberikan kesaksian dalam penyidikan,” ujar Silfester pada awak media.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bongkar Keluhan Orang Tua Soal Study Tour Rp4 Juta, Banyak yang Terpaksa Pinjam Uang ke Bank Emok

Dalam kesempatan itu, Silfester merinci tiga pokok penyidikan yang menjadi sorotan dalam pemeriksaannya bersama Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan.

“(Penyidikan) mengenai indikasi satu, penghasutan, kedua, pencemaran nama baik, ketiga, fitnah, dan juga pelanggaran atau manipulasi undang-undang ITE, yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo,” jelasnya.

Menariknya, Silfester juga mengungkap bahwa dirinya sempat berkomunikasi langsung dengan Presiden Jokowi sehari sebelum pemeriksaan.

Baca Juga: Gudang Narkoba di Medan Digerebek Polisi, Bongkar Jaringan Thailand, Sita 26 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi

“Saat ini boleh saya katakan, kemarin Bapak (Jokowi) ada menelepon saya bahwa beliau baik-baik di Solo, bergembira bersama keluarga, dan terus menerima masyarakat,” ungkap Silfester.

Menurutnya, kondisi Jokowi yang terlihat tenang dan bahagia merupakan sinyal positif di tengah polemik yang sedang berlangsung.

“Ini yang membikin Pak Jokowi bergembira,” tambahnya.

Baca Juga: Setelah Ramai Truk Pasang Bendera One Piece, API Instruksikan Pengemudi Kibarkan Merah Putih Sambut HUT ke-80 RI

Menanggapi hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Silfester menyambut baik dukungan publik terhadap Presiden Jokowi.

Survei tersebut menunjukkan bahwa 74,6 persen masyarakat tidak percaya bahwa ijazah Jokowi palsu.

Halaman:

Tags

Terkini