Mediapriangan.com - Aksi Demo 25 Agustus di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, berlangsung ricuh dan mendapat perhatian publik. Dalam pengamanan, TNI turut diterjunkan mendampingi aparat kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa pelibatan TNI dalam penjagaan bukanlah hal baru, melainkan sudah termasuk dalam SOP pengamanan.
“Dalam setiap kegiatan pengamanan, Polda Metro Jaya tentu tidak bekerja sendiri ya, seluruh stakeholder diajak untuk bekerja sama,” ujar Ade Ary kepada wartawan di Senayan, Senin, 25 Agustus 2025.
Baca Juga: Di Momen HUT Polwan ke-77, Tetesan Darah Mengalir di Gedung GPW Polres Tasikmalaya
Ade Ary menjelaskan, pengamanan demo kali ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Kodam Jaya, Pemprov DKI, Polres, Polsek, hingga Kodim.
Sinergi ini, kata dia, menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban masyarakat.
“Itu merupakan SOP yang berlaku bahwa pemeliharaan Kamtibmas itu dilaksanakan secara bersinergi, Bapak Kapolda, Bapak Pangdam ada di lokasi pengamanan,” tambahnya.
Polri memastikan bahwa pihaknya tetap memberikan ruang agar aspirasi masyarakat tersampaikan, sembari mengawal jalannya aksi agar tidak memicu kericuhan lebih jauh.
“Kami ingin aspirasi yang disampaikan bisa sampai, kami melayani, melaksanakan pengamanan,” lanjutnya.
Meski demikian, demo sempat diwarnai insiden, mulai dari kerusakan separator busway hingga pembakaran motor.
Ade Ary menegaskan bahwa aparat sudah mengambil langkah awal berupa imbauan dan edukasi sebelum situasi memanas.
Demo 25 Agustus ini di antaranya menyoroti tuntutan penghapusan tunjangan anggota DPR, yang dianggap sebagai bentuk pemborosan di tengah kondisi masyarakat dan kebijakan efisiensi.