Pengalaman saat mengomentari tuntutan rakyat 17 plus 8 yang sempat memicu kritik, membuat Purbaya kini lebih berhati-hati. “Sekarang saya akan mengacu ke pidato yang sudah disiapkan oleh staf saya di sini. Jadi nggak ada sesi bebas lagi,” terangnya.
Siap Dikritik
Meski begitu, ia menegaskan bahwa spontanitas tetap bagian dari dirinya, namun akan dikelola agar tidak merugikan kebijakan yang ia jalankan. “Dalam beberapa bulan ke depan, saya siap dikritik habis-habisan,” ucapnya.
Julukan cowboy style pun menjadi semacam “taruhan” di awal masa jabatannya. Di satu sisi, Purbaya ingin menunjukkan keberanian lewat target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Namun di sisi lain, gaya bicara yang terlalu blak-blakan bisa menjadi bumerang bagi kredibilitasnya sebagai Bendahara Negara.***