Pengalaman saat mengomentari tuntutan rakyat 17 plus 8 yang sempat memicu kritik, membuat Purbaya kini lebih berhati-hati. “Sekarang saya akan mengacu ke pidato yang sudah disiapkan oleh staf saya di sini. Jadi nggak ada sesi bebas lagi,” terangnya.
Siap Dikritik
Meski begitu, ia menegaskan bahwa spontanitas tetap bagian dari dirinya, namun akan dikelola agar tidak merugikan kebijakan yang ia jalankan. “Dalam beberapa bulan ke depan, saya siap dikritik habis-habisan,” ucapnya.
Julukan cowboy style pun menjadi semacam “taruhan” di awal masa jabatannya. Di satu sisi, Purbaya ingin menunjukkan keberanian lewat target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Namun di sisi lain, gaya bicara yang terlalu blak-blakan bisa menjadi bumerang bagi kredibilitasnya sebagai Bendahara Negara.***
Artikel Terkait
Momen Haru Sri Mulyani dan Retno Marsudi Hadiri Wisuda Anak di FKUI, Resmi Jadi Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Zita Anjani Unggah Momen Sosial Sambil Gendong Bayi, Netizen, Lagi Berusaha Perbaiki Citra Usai Batal Hadir di Unpad
Respons Cepat Bupati Herdiat! Keluhan Pedagang Rest Area Karangkamulyan Diatasi, Bantuan Rutilahu Langsung Cair
Operasi PT GAG Nikel di Raja Ampat Resmi Jalan Lagi, Menteri LH Pastikan Dampak Lingkungan Aman dan Diawasi Ketat
RUU Perampasan Aset Jadi Sorotan Usai Aksi 17 Plus 8, DPR Janji Selesaikan dalam 1 Tahun, Publik Pantau Ketat
DPR Usul Warga RI Hanya Punya 1 Akun Medsos, Disebut Bisa Redam Buzzer tapi Picu Perdebatan Soal Kebebasan