nasional

Menaker Yassierli Ungkap Tantangan Buka 19 Juta Lapangan Kerja, Soroti Regulasi dan Seleksi Karyawan yang Rumit

Sabtu, 20 September 2025 | 10:13 WIB
Menaker Yassierli angkat bicara terkait pembukaan lapangan kerja hingga seleksi karyawan yang menjadi sorotan. (Instagram.com/@yassierli)

Selain membuka peluang kerja di dalam negeri, Yassierli juga menyebutkan bahwa ada kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja ke luar negeri, salah satunya ke Jepang yang membuka 800 ribu lowongan setiap tahun.

Baca Juga: Menaker Yassierli Jelaskan Alasan di Balik Kenaikan UMP 2025, Hasil Kajian untuk Meningkatkan Daya Beli Pekerja

Namun, ia tak menutup mata terhadap keluhan publik terkait proses rekrutmen yang dinilai menyulitkan. Mulai dari syarat yang rumit, kualifikasi pendidikan minimal S1, hingga isu diskriminasi penampilan.

Menaker pun menegaskan sudah ada surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan yang melarang pemberi kerja melakukan diskriminasi dalam proses perekrutan.

“Kita memang sudah mengeluarkan surat edaran, tapi memang Undang-Undang Ketenagakerjaan sedang berproses dengan inisiatifnya DPR,” jelasnya.

Baca Juga: UMP 2025 Jadi Agenda Utama Presiden Prabowo dan Menaker, Simak Detail Kenaikan untuk DKI Jakarta dan Daerah Lain

Ia menambahkan, jika perusahaan memang membutuhkan kualifikasi tertentu seperti lulusan S1 untuk posisi yang bersifat analitis, maka hal itu masih diperbolehkan selama sesuai ketentuan.

Dengan sederet tantangan ini, Menaker Yassierli mengakui bahwa pencapaian target besar ini membutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar program penyerapan tenaga kerja dapat berjalan optimal.***

Halaman:

Tags

Terkini