nasional

Alasan Menkeu Purbaya Kaget Tarif Cukai Rokok Tinggi, Pengamat Sebut Bagian dari Strategi Politik Ekonomi

Kamis, 25 September 2025 | 21:47 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kaget tarif cukai rokok 57 persen, pengamat nilai keterkejutan itu hanya gaya, efek kebijakan baru diuji Desember. (Dok. Kemenkeu)

Penurunan Cukai dan Lapangan Kerja

Ichsanuddin menilai langkah Purbaya untuk menurunkan cukai rokok bisa menjadi strategi tepat guna mendorong penyerapan tenaga kerja.

“Memberikan citra yang positif, membuka lapangan kerja sehingga akhir Desember nanti nampak penyerapan lapangan kerja naik dan itu tujuan dia sebenarnya,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan fiskal dan moneter butuh waktu untuk terlihat hasilnya.
“Kalau pakai modal lama jeda waktunya 3 bulan, kalau pakai modal sekarang jeda waktunya antara 1 bulan sampai 45 hari. Jadi kita lihat nanti Desember, baru kelihatan hasilnya,” ujarnya.

Baca Juga: Hotman Paris Protes Bunga Turun, Tapi Strategi Menkeu Purbaya Gelontorkan Rp200 Triliun ke Himbara Tuai Hasil

Cukai Rokok Bukan Fundamental Ekonomi

Meski menyadari pentingnya cukai rokok sebagai sumber penerimaan negara, Ichsanuddin menolak menganggapnya sebagai fondasi ekonomi Indonesia.

“Nggak bisa dibilang fundamental. Dia salah satu sumber pendapatan dalam perspektif cukai. Memang cukainya menjadi sandaran, yaitu cukai rokok. Tapi memang pemberi cukai terbesar,” pungkasnya.

Dengan rencana penurunan cukai dan evaluasi kebijakan yang akan dilakukan pada Desember mendatang, publik menunggu apakah langkah Purbaya dapat benar-benar meningkatkan penyerapan lapangan kerja tanpa mengorbankan industri rokok secara berlebihan.***

Halaman:

Tags

Terkini