nasional

Kasus Keracunan Massal MBG Kian Meluas, Pakar IDAI Desak Hidupkan Kantin Sekolah dan Perketat SOP Makanan

Jumat, 26 September 2025 | 17:24 WIB
Menyoroti kasus keracunan massal yang dialami para siswa yang diduga imbas menu MBG tak layak di sekolah. (Instagram.com/@badangizinasional.ri)

“Kalau ternyata yang menyebabkan keracunan bukan dari makanannya, tapi dari tangan yang terkontaminasi, itu juga bisa. Tapi mungkin jumlah korbannya tidak akan sebanyak itu,” jelas dr. Yogi.

Temuan Pelanggaran SOP

Badan Gizi Nasional (BGN) pun turun tangan. Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan telah menutup dua dapur MBG yang terbukti melanggar SOP karena menyiapkan makanan jauh sebelum waktu aman konsumsi.

“Memasak itu, makanan itu, dari dimasak, matang, maksimal, itu harus 6 jam langsung disantap," tegas Nanik dalam konferensi pers di Bogor.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Cipongkor Jadi KLB, Kepala BGN Ungkap Penyebab dan Bentuk Tim Investigasi Khusus

Ia menambahkan, BGN tidak mencari kambing hitam, tetapi mendorong semua pihak untuk mengakui kesalahan agar perbaikan bisa segera dilakukan.

Korban Terus Bertambah

Data Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat sedikitnya 500 anak keracunan di Kecamatan Cipongkor dari total 3.800 penerima MBG. Sementara di Mekarmukti Cihampelas, lebih dari 50 anak juga melaporkan gejala serupa. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk memperketat standar keamanan pangan dan meninjau kembali skema distribusi MBG. Pakar kesehatan mendesak agar program ini tidak hanya fokus pada gizi, tetapi juga pada keselamatan konsumsi anak-anak.***

Halaman:

Tags

Terkini