Selain itu, koperasi ini aktif mendukung produk lokal Banyuwangi. Gula dan kopi khas daerah dipasarkan dengan kemasan modern agar lebih menarik minat konsumen muda.
“Supaya customer di koperasi ini tidak hanya orang tua, tapi juga anak-anak muda tertarik berbelanja di sini,” tambah Imam.
Baca Juga: Aturan Kopdes Merah Putih Rampung, Zulhas Targetkan 15.000 Koperasi Desa Beroperasi Bulan Ini
Sinergi dengan Bulog
Dukungan penuh juga datang dari Bulog. Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasar, melalui Asisten Manajemen Bisnis Yudha, menegaskan bahwa keberadaan koperasi menjadi bagian dari strategi nasional menjaga stabilitas harga.
“Komoditas yang kami distribusikan antara lain beras SPHP sesuai penugasan pemerintah untuk stabilisasi harga, serta beras premium Punokawan. Selain itu ada gula pasir dan minyak goreng,” ujarnya.
Peran Strategis
Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan diproyeksikan bukan untuk bersaing dengan UMKM, melainkan menjadi mitra dalam memperkuat distribusi serta membuka akses pasar lebih luas. Dengan model ini, koperasi berpotensi menjadi garda depan penguatan ekonomi masyarakat Banyuwangi.***