Selain itu, koperasi ini aktif mendukung produk lokal Banyuwangi. Gula dan kopi khas daerah dipasarkan dengan kemasan modern agar lebih menarik minat konsumen muda.
“Supaya customer di koperasi ini tidak hanya orang tua, tapi juga anak-anak muda tertarik berbelanja di sini,” tambah Imam.
Baca Juga: Aturan Kopdes Merah Putih Rampung, Zulhas Targetkan 15.000 Koperasi Desa Beroperasi Bulan Ini
Sinergi dengan Bulog
Dukungan penuh juga datang dari Bulog. Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasar, melalui Asisten Manajemen Bisnis Yudha, menegaskan bahwa keberadaan koperasi menjadi bagian dari strategi nasional menjaga stabilitas harga.
“Komoditas yang kami distribusikan antara lain beras SPHP sesuai penugasan pemerintah untuk stabilisasi harga, serta beras premium Punokawan. Selain itu ada gula pasir dan minyak goreng,” ujarnya.
Peran Strategis
Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan diproyeksikan bukan untuk bersaing dengan UMKM, melainkan menjadi mitra dalam memperkuat distribusi serta membuka akses pasar lebih luas. Dengan model ini, koperasi berpotensi menjadi garda depan penguatan ekonomi masyarakat Banyuwangi.***
Artikel Terkait
Peringatan Hari Seni Rupa 2024 di Banyuwangi Jawa Timur, Jagong Budaya dan Pertunjukan Wayang Kulit Sujiwo Tejo
Wamenpar Ni Luh Puspa Gaspol Kembangkan 3B, Pariwisata Bali Barat, Utara, dan Banyuwangi Siap Jadi Destinasi Unggulan RI
Wamenpar Dorong Sebaran Turis Lewat Paket Wisata 3B, Penjualan Naik, Target China Disiapkan Mendarat di Banyuwangi
Wamenpar Ungkap Kendala Dermaga Banyuwangi–Bali, Paket Wisata 3B Tetap Jalan Lewat Jalur Alternatif Gilimanuk
Wamenpar Dorong Wisata 3B, Akses Laut Banyuwangi–Lovina Siap, Atraksi di Buleleng dan Jembrana Akan Diperkuat
Kemenpar Genjot Pemerataan Wisata Lewat Paket 3B, Jalur Laut Banyuwangi–Lovina Disiapkan, OTA Mulai Jualan!