Meski begitu, BNPB memastikan bahwa semua upaya telah dimaksimalkan. “Alat berat juga sudah kita kerahkan secara masif untuk mempercepat proses. Tim medis dan DVI juga bekerja seteliti mungkin,” tegas Suharyanto.
Empati dan Harapan di Tengah Puing
Proses evakuasi korban yang berlangsung penuh ketegangan ini menjadi ujian berat bagi keluarga dan relawan di lapangan. Meski beberapa kali suasana berubah emosional, semangat gotong royong tetap tampak di lokasi.
Relawan, tim SAR, dan aparat bahu-membahu menembus puing demi menemukan korban, sementara pihak berwenang terus menenangkan keluarga agar tidak mendekat ke zona berbahaya.
BNPB menegaskan, setiap tindakan yang dilakukan di lapangan dilakukan dengan perhitungan matang. Satu langkah keliru bisa berakibat fatal, mengingat sisa bangunan berpotensi runtuh sewaktu-waktu.
Belajar dari Tragedi: Pentingnya Keselamatan Konstruksi
Tragedi ambruknya Ponpes Al-Khoziny tak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya keamanan struktur bangunan di Indonesia. Para ahli menilai, perlu ada audit menyeluruh terhadap bangunan bertingkat yang menampung banyak penghuni, khususnya fasilitas pendidikan dan asrama.
Sebagaimana disorot BNPB, keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahap pembangunan. Kesalahan kecil dalam perencanaan atau konstruksi bisa berujung pada bencana besar seperti yang terjadi di Al-Khoziny.***