Mediapriangan.com - Suasana duka menyelimuti kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025). Isak tangis dan teriakan penuh cemas terdengar di antara puing-puing bangunan yang ambruk, ketika keluarga korban berusaha menerobos area reruntuhan untuk mencari orang-orang tercinta yang belum ditemukan.
Namun, langkah penuh emosi itu justru membuat petugas di lapangan harus bekerja ekstra. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan, tumpukan beton yang runtuh tidak hanya menyulitkan proses evakuasi, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan siapa pun yang mencoba mendekat.
Bahaya Reruntuhan Tipe 'Pancake'
Menurut laporan BNPB, reruntuhan Ponpes Al-Khoziny tergolong dalam tipe pancake collapse, di mana lantai-lantai bangunan ambruk secara bertumpuk dari atas ke bawah. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyebut struktur semacam ini sangat tidak stabil dan bisa runtuh kembali hanya karena getaran kecil.
“Sehingga dari kondisi ini kalau dalam istilah SAR, tipe reruntuhannya sebenarnya tipe pancake," ungkap Syafii di lokasi kejadian.
"(Hal itu) harus dilaksanakan penanganan khusus pada saat tim SAR hadir melaksanakan dengan fasilitas yang dimiliki,” tambahnya.
Tipe reruntuhan ini pernah menjadi penyebab kehancuran besar pada peristiwa tragis dunia seperti ambruknya menara kembar WTC di Amerika Serikat pada 2001. Bahkan laporan konstruksi internasional mencatat, tipe pancake juga pernah terjadi di Bronx, New York, pada 1980 silam.
Keluarga Korban Tak Kuasa Menahan Emosi
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkap bahwa timnya memahami betul perasaan keluarga korban yang menanti dengan harap-harap cemas. Namun, keselamatan mereka tetap menjadi prioritas utama.
“Kalau keluarga inti orang tuanya itu sudah dijelaskan sejak hari pertama dan setiap langkah-langkah yang dilakukan oleh tim ini semuanya dikomunikasikan dengan keluarga,” jelas Suharyanto di Posko Kedaruratan, Sidoarjo.
Ia menambahkan, ada saja pihak yang baru datang ke lokasi dan belum sepenuhnya memahami prosedur penyelamatan. “Kadang keluarga melihat di lapangan ‘itu kok kurang banyak’, ‘kok kelihatannya gak bekerja’, dan dia minta masuk,” katanya.
Baca Juga: Update Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk, Korban Jiwa Jadi 9 Orang, 400 Tim SAR Evakuasi Nonstop!
Artikel Terkait
Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, 100 Santri Jadi Korban, 26 Masih Hilang, Evakuasi Terus Dilakukan
Robohnya Gedung Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, 102 Korban Sudah Dievakuasi, 38 Orang Masih Dicari Tim SAR
Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Kakak Selamat, Adik Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Ponpes
Evakuasi Dramatis Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 66 Terjebak Reruntuhan, Tim SAR Hadapi Medan Sempit
Evakuasi Ponpes Al Khoziny, 10 Korban Meninggal, Tim SAR Gunakan Excavator Breaker Usai Golden Time Berakhir
Update Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk, Korban Jiwa Jadi 9 Orang, 400 Tim SAR Evakuasi Nonstop!