Tragedi Ponpes Al Khoziny, Keluarga Korban Nekat Terobos Reruntuhan, BNPB Peringatkan Bahaya Patahan ‘Pancake’

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 22:40 WIB
Menyoroti tipe reruntuhan pancake dalam proses evakuasi korban insiden ambruknya bangunan di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo. (X.com/@na_dirs)
Menyoroti tipe reruntuhan pancake dalam proses evakuasi korban insiden ambruknya bangunan di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo. (X.com/@na_dirs)

Mediapriangan.com - Suasana duka menyelimuti kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025). Isak tangis dan teriakan penuh cemas terdengar di antara puing-puing bangunan yang ambruk, ketika keluarga korban berusaha menerobos area reruntuhan untuk mencari orang-orang tercinta yang belum ditemukan.

Namun, langkah penuh emosi itu justru membuat petugas di lapangan harus bekerja ekstra. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan, tumpukan beton yang runtuh tidak hanya menyulitkan proses evakuasi, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan siapa pun yang mencoba mendekat.

Bahaya Reruntuhan Tipe 'Pancake'

Menurut laporan BNPB, reruntuhan Ponpes Al-Khoziny tergolong dalam tipe pancake collapse, di mana lantai-lantai bangunan ambruk secara bertumpuk dari atas ke bawah. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyebut struktur semacam ini sangat tidak stabil dan bisa runtuh kembali hanya karena getaran kecil.

Baca Juga: Kisah Haru Korban Selamat Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Salat di Bawah Puing, Puasa 3 Hari, hingga Amputasi Tangan

“Sehingga dari kondisi ini kalau dalam istilah SAR, tipe reruntuhannya sebenarnya tipe pancake," ungkap Syafii di lokasi kejadian.

"(Hal itu) harus dilaksanakan penanganan khusus pada saat tim SAR hadir melaksanakan dengan fasilitas yang dimiliki,” tambahnya.

Tipe reruntuhan ini pernah menjadi penyebab kehancuran besar pada peristiwa tragis dunia seperti ambruknya menara kembar WTC di Amerika Serikat pada 2001. Bahkan laporan konstruksi internasional mencatat, tipe pancake juga pernah terjadi di Bronx, New York, pada 1980 silam.

Baca Juga: 14 Santri Tewas dan 49 Masih Hilang dalam Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Tim SAR Terus Cari Korban

Keluarga Korban Tak Kuasa Menahan Emosi

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkap bahwa timnya memahami betul perasaan keluarga korban yang menanti dengan harap-harap cemas. Namun, keselamatan mereka tetap menjadi prioritas utama.

“Kalau keluarga inti orang tuanya itu sudah dijelaskan sejak hari pertama dan setiap langkah-langkah yang dilakukan oleh tim ini semuanya dikomunikasikan dengan keluarga,” jelas Suharyanto di Posko Kedaruratan, Sidoarjo.

Ia menambahkan, ada saja pihak yang baru datang ke lokasi dan belum sepenuhnya memahami prosedur penyelamatan. “Kadang keluarga melihat di lapangan ‘itu kok kurang banyak’, ‘kok kelihatannya gak bekerja’, dan dia minta masuk,” katanya.

Baca Juga: Update Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk, Korban Jiwa Jadi 9 Orang, 400 Tim SAR Evakuasi Nonstop!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X