Targetnya, seluruh dapur tersebut tersertifikasi dalam dua pekan ke depan. Meski demikian, di lapangan masih banyak kendala seperti keterbatasan fasilitas, tenaga terlatih, dan perbedaan pemahaman teknis di tiap wilayah.
Kemenkes Sederhanakan Aturan SLHS agar Proses Lebih Cepat
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah telah menyederhanakan proses perizinan SLHS untuk mempercepat penerbitan sertifikat bagi ribuan dapur MBG.
“Jadi di dalam minggu sampai sekarang kita sudah ada penyederhanaannya supaya bisa mempercepat penerbitan SLHS ini ke ribuan SPPG,” ujar Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR di Senayan, Rabu (1/10/2025).
Budi juga menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Kementerian Dalam Negeri agar dinas kesehatan di setiap daerah dapat mempercepat verifikasi dan penerbitan sertifikat laik higiene.
Namun, ia menegaskan bahwa kecepatan proses tetap bergantung pada kesiapan masing-masing daerah.
Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 180 dapur MBG tersertifikasi dalam dua minggu. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut pihaknya telah mengerahkan seluruh tenaga agar target itu tercapai.
“Kalau semuanya lancar, proses SLHS ditargetkan selesai dua minggu ke depan,” kata Ani di Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Ani juga menambahkan bahwa pelatihan terhadap ribuan penjamah makanan akan terus dilakukan untuk memastikan pengelolaan dapur sesuai standar kesehatan.
“Targetnya sekitar 8.000 orang akan kami latih terus agar bisa mengelola tata laksana di SPPG-nya masing masing,” ujarnya.
Pengawasan Diperketat, tapi Tantangan di Lapangan Masih Banyak
Kendati program pembenahan sudah berjalan, tantangan di lapangan belum sepenuhnya teratasi. Sejumlah pengelola dapur mengeluhkan belum seragamnya panduan teknis antar daerah, serta proses verifikasi yang memakan waktu panjang.