Ada pula dapur yang belum memenuhi persyaratan fisik seperti ventilasi dan drainase sesuai standar kesehatan. Hal ini membuat beberapa lokasi masih harus menunda sertifikasi.
Sebagai langkah pengawasan tambahan, aparat kepolisian kini ikut mengawal distribusi bahan pangan. Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf, menuturkan pihaknya melakukan asistensi langsung untuk memastikan keamanan pangan di seluruh dapur MBG.
“Untuk MBG yang keracunan itu ditangani oleh Polda masing masing. Kita melakukan asistensi supaya bisa dapatkan fakta untuk keamanan pangan itu sendiri,” ujar Helfi di Jakarta Selatan, 25 September 2025 lalu.***
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan MBG Tetap Jalan, Semua Dapur Harus Steril dan Gunakan Test Kit Sebelum Distribusi
Kasus Keracunan Massal di KBB, BGN Nonaktifkan 56 Dapur MBG dan DPR Usulkan Kantin Sekolah Jadi Pusat Produksi
Kisruh Dapur MBG Panakkukang, Patokan Rp6.500 per Porsi Dinilai Tak Masuk Akal, Ratusan Siswa Kehilangan Hak Gizi
Liputan Kasus Keracunan MBG Ricuh, Wartawan Diduga Dianiaya Oknum Pegawai SPPG Pasar Rebo Jakarta Timur
Insentif Rp100 Ribu untuk Guru Penanggung Jawab, Strategi Baru Pemerintah Tutup Celah Distribusi MBG 2025
Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, BGN dan BPOM Tuding SPPG Langgar SOP hingga Tak Punya Sertifikat Sanitasi