Setelah Kasus Keracunan, Ribuan Dapur Program MBG Dikebut Sertifikasinya di Tengah Sorotan Pengawasan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 15:40 WIB
Menyoroti pembenahan program MBG setelah ramainya kasus keracunan di berbagai daerah.  (Instagram.com/@badangizinasional)
Menyoroti pembenahan program MBG setelah ramainya kasus keracunan di berbagai daerah. (Instagram.com/@badangizinasional)

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Marak, Kemenkes Terapkan Sistem Laporan Seperti COVID-19 dan Awasi Program dari Eksternal

Targetnya, seluruh dapur tersebut tersertifikasi dalam dua pekan ke depan. Meski demikian, di lapangan masih banyak kendala seperti keterbatasan fasilitas, tenaga terlatih, dan perbedaan pemahaman teknis di tiap wilayah.

Kemenkes Sederhanakan Aturan SLHS agar Proses Lebih Cepat

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah telah menyederhanakan proses perizinan SLHS untuk mempercepat penerbitan sertifikat bagi ribuan dapur MBG.

“Jadi di dalam minggu sampai sekarang kita sudah ada penyederhanaannya supaya bisa mempercepat penerbitan SLHS ini ke ribuan SPPG,” ujar Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR di Senayan, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga: Komisi IX DPR Kritik Program MBG, Target Penerima Manfaat Belum Tepat, Kasus Keracunan Masih Jadi Sorotan

Budi juga menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Kementerian Dalam Negeri agar dinas kesehatan di setiap daerah dapat mempercepat verifikasi dan penerbitan sertifikat laik higiene.

Namun, ia menegaskan bahwa kecepatan proses tetap bergantung pada kesiapan masing-masing daerah.

Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 180 dapur MBG tersertifikasi dalam dua minggu. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut pihaknya telah mengerahkan seluruh tenaga agar target itu tercapai.

“Kalau semuanya lancar, proses SLHS ditargetkan selesai dua minggu ke depan,” kata Ani di Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Baca Juga: Mahfud MD Curhat, Cucunya Keracunan MBG, 8 Anak Satu Kelas Muntah-muntah, Evaluasi Program Jadi Mendesak

Ani juga menambahkan bahwa pelatihan terhadap ribuan penjamah makanan akan terus dilakukan untuk memastikan pengelolaan dapur sesuai standar kesehatan.

“Targetnya sekitar 8.000 orang akan kami latih terus agar bisa mengelola tata laksana di SPPG-nya masing masing,” ujarnya.

Pengawasan Diperketat, tapi Tantangan di Lapangan Masih Banyak

Kendati program pembenahan sudah berjalan, tantangan di lapangan belum sepenuhnya teratasi. Sejumlah pengelola dapur mengeluhkan belum seragamnya panduan teknis antar daerah, serta proses verifikasi yang memakan waktu panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X