“Laporan terakhir, total terdapat 11 korban berhasil diekstrikasi pada hari ketujuh pencarian, di sektor A3 (sisi belakang reruntuhan),” ungkapnya.
BNPB mencatat, sebagian besar korban ditemukan di lantai satu bagian utara bangunan. Salah satu korban bahkan ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
“Pukul 03.24 WIB satu korban dengan kondisi kaki kanan tidak ada berhasil diekstrikasi,” terang Emi.
Seluruh jenazah kini dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim.
Bau Pembusukan dan Kendala Pembersihan
Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menjelaskan bahwa pembersihan puing telah mencapai sekitar 60 persen, namun masih terhambat oleh beton besar yang menempel pada bangunan di sebelahnya.
Baca Juga: Update Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk, Korban Jiwa Jadi 9 Orang, 400 Tim SAR Evakuasi Nonstop!
Untuk menjamin keselamatan proses evakuasi, BNPB melibatkan tim ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) guna meneliti struktur bangunan.
“Tim dari ITS akan melakukan investigasi agar pembersihan tidak mengganggu bangunan lain di sekitar lokasi,” jelasnya.
Selain kendala teknis, bau menyengat dari jenazah yang mulai membusuk juga menjadi perhatian. BNPB menekankan pentingnya pencegahan pencemaran air akibat cairan pembusukan.
“Risiko kesehatan dapat timbul apabila cairan pembusukan mencemari sumber air bersih, terutama di daerah padat penduduk,” ujar Budi.
Sebagai langkah antisipasi, BNPB bersama Dinas Kesehatan menambah penyemprotan disinfektan dan memperkuat perlengkapan keselamatan bagi petugas.
“Nanti semua keperluan, APD, kacamata google, dan apapun BNPB akan dukung,” tambahnya.