nasional

China Angkat Bicara soal Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Klaim Proyek Lancar dan Beri Dampak Ekonomi Positif

Jumat, 24 Oktober 2025 | 09:36 WIB
Foto Ilustrasi - Pemerintah China buka suara soal polemik utang kereta cepat Jakarta-Bandung. (setneg.go.id)

Baca Juga: Akar Kontroversi Proyek Whoosh, Keputusan Pindah dari Jepang ke China, Skema B2B Dinilai Jadi Beban Panjang

Sebagai informasi, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menelan biaya sekitar US$ 7,26 miliar atau setara Rp119,79 triliun, dengan sebagian besar pembiayaan berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB).

Restrukturisasi Utang Disepakati untuk Keberlanjutan

Dari sisi kebijakan strategis, Luhut Binsar Pandjaitan selaku Ketua Dewan Ekonomi Nasional memastikan bahwa pemerintah Indonesia dan China telah menyepakati langkah restrukturisasi utang untuk proyek KCJB.

Dalam pembahasan terakhir, salah satu opsi yang diajukan adalah memperpanjang tenor pembayaran hingga 60 tahun, guna meringankan beban keuangan jangka pendek dan menjaga stabilitas fiskal nasional.

Baca Juga: Menpora Erick Thohir Tegaskan Sikap Indonesia soal Atlet Israel, IOC Ancam Cabut Status Tuan Rumah Olimpiade

“Kemarin kita bicara dengan Kementerian Keuangan, tidak ada masalah, karena kalau kita restructuring 60 tahun, itu jadi lebih kecil,” ujar Luhut dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Senin, 20 Oktober 2025.

Langkah restrukturisasi utang ini dinilai menjadi solusi realistis agar proyek strategis nasional tersebut tetap berkelanjutan. Pemerintah berharap manfaat Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa terus dirasakan masyarakat tanpa membebani APBN.

Dengan komitmen yang dijaga antara Indonesia dan China, KCJB kini tak hanya menjadi simbol kerja sama bilateral yang erat, tetapi juga representasi keberhasilan pembangunan infrastruktur modern yang memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.***

Halaman:

Tags

Terkini