“Aktivitas Pansus dalam penegakan aturan terhadap tata ruang, aset, dan perizinan sudah sangat baik,” imbuhnya, sembari menegaskan upaya penataan tata ruang yang lebih ketat untuk Bali.
Baca Juga: Viral Menu Pangsit dan Kentang Program MBG Depok: Sisa Makanan, Klarifikasi SPPG, hingga Sidak BGN
Risiko dan Sorotan Publik
Keberadaan rangka lift kaca ini kembali menyoroti isu keseimbangan antara pengembangan wisata dan kelestarian alam di Pantai Kelingking. Publik mempertanyakan apakah manfaat aksesibilitas sebanding dengan risiko merusak tebing kapur yang menjadi ikon Bali.
Dengan polemik ini, pengawasan tata ruang dan penegakan TRAP diharapkan menjadi contoh bagi pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah Bali, agar proyek wisata bisa selaras dengan pelestarian lingkungan dan estetika alam.
Rangka lift kaca di Pantai Kelingking pun menjadi simbol pentingnya pengawasan tata ruang, keseimbangan antara pembangunan wisata, dan perlindungan panorama alam yang telah lama menjadi kebanggaan Bali.***