nasional

Orang Tua Korban Ledakan SMAN 72 Pertanyakan Janji Pemerintah Soal Tanggungan Biaya Pengobatan

Kamis, 13 November 2025 | 14:55 WIB
Orang tua korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading meminta kepastian pemerintah terkait tanggungan biaya pengobatan anaknya. (IG SMAN 72)

Mediapriangan.com - Keprihatinan masih menyelimuti keluarga korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Salah satu orang tua korban, Andre, mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai tanggungan biaya pengobatan yang dijanjikan oleh pemerintah.

Andre menuturkan, hingga saat ini belum ada pejabat yang menemui keluarga korban untuk memberikan penjelasan langsung terkait skema pembiayaan maupun batas waktu tanggungan perawatan. Ia mengaku khawatir beban pengobatan akan semakin berat karena kondisi anaknya memerlukan waktu panjang untuk sembuh.

"Korban ledakan ini ditanggung oleh pemerintah, saya kan juga enggak tahu ya ditanggungnya itu sampai kapan," ucap Andre kepada awak media pada Selasa, 11 November 2025.

Baca Juga: Dedy Tabrani Tekankan Pentingnya Self Policing dalam Keluarga, Usulkan Masuk Kurikulum Pendidikan

Menurutnya, kondisi sang anak yang mengalami luka parah membutuhkan perawatan intensif dan tidak mungkin pulih dalam waktu singkat.

"Karena ini masalah anak saya lukanya itu sangat-sangat parah," lanjutnya.

Andre berharap pemerintah memberikan perhatian jangka panjang terhadap korban yang masih menjalani proses pemulihan.

"Dan tidak mungkin dalam kondisi satu tahun atau dua tahun itu baru sembuh," tutur Andre.

Namun, hingga kini ia belum pernah dikunjungi pejabat pemerintah untuk memastikan bentuk bantuan yang dijanjikan.

"Jadi saya berharap dari pihak pemerintah sampai sekarang Alhamdulillah tidak ada yang menemui saya," ujarnya.

Baca Juga: BGN Ajukan Tambahan Anggaran Rp28,63 Triliun untuk Program MBG, DPR Tegur Soal Prosedur Pengajuan

"Dari pemerintahan DKI Jakarta, dari Kapolri, Kapolda, tidak ada yang menemui saya," tambahnya.

Andre menegaskan, kepastian tanggungan biaya pengobatan sangat penting bagi masa depan anaknya yang masih memiliki cita-cita.

"Jadi saya ingin memastikan, ini anak juga punya cita-cita, ke depannya dia mau jadi apa. Apa cita-citanya itu tenggelam gitu aja," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini