nasional

Polemik MBG Meningkat, Tata Kelola MBG Dipertanyakan Usai Lonjakan Keracunan MBG di Daerah

Sabtu, 15 November 2025 | 06:12 WIB
Menyoroti kasus keracunan MBG yang menuai sorotan dengan 211 insiden yang diklaim terjadi dalam pelaksanaannya di berbagai daerah. (Dok. BGN)

Mediapriangan.com - Polemik MBG kembali mencuri perhatian publik setelah Badan Gizi Nasional (BGN) merilis data terbaru yang menempatkan kasus Keracunan MBG sebagai penyumbang hampir separuh insiden keracunan pangan nasional.

Data ini sekaligus menegaskan perlunya pembenahan Tata Kelola MBG, terutama terkait higienitas dan mekanisme pengawasan. Dari pemaparan BGN sebelumnya, tercatat 441 kejadian keracunan pangan secara nasional, dan 211 di antaranya berasal dari program makan bergizi tersebut. Temuan inilah yang membuat Polemik MBG kembali menguat.

Menanggapi dinamika tersebut, Menko PMK Pratikno memberikan pernyataan singkat seusai Rapat Lintas Kementerian di Jakarta, Jumat 14 November 2025. Ia menegaskan bahwa penanganan insiden Keracunan MBG kini berada di bawah otoritas kementerian terkait.

Baca Juga: BGN Ajukan Tambahan Anggaran Rp28,63 Triliun untuk Program MBG, DPR Tegur Soal Prosedur Pengajuan

“Oh itu nanti sudah ditangani oleh Pak Menko Pangan,” ujar Pratikno.

Ia juga menekankan adanya koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Menko PM Muhaimin Iskandar, dalam penyelesaian persoalan ini.

“Nanti saya koordinasikan, jadi MBG itu dikoordinasikan oleh Pak Menko PM Muhaimin Iskandar,” kata Pratikno.

“Ya kita harus jaga lah,” ucapnya.

Pernyataan itu muncul setelah paparan BGN menunjukkan betapa kompleksnya persoalan Tata Kelola MBG, terutama menyangkut kebersihan dapur dan proses memasak.

Baca Juga: Ratusan Siswa Gunungkidul Diduga Keracunan Makanan MBG, Bupati Endah Soroti Proses Masak dan Kebersihan Dapur

BGN menilai peningkatan higienitas harus berjalan paralel dengan penguatan pengawasan keamanan pangan di tingkat daerah.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR, Rabu 12 November 2025, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan data yang menjadi pemicu Polemik MBG.

“Total kejadian keracunan pangan di Indonesia sampai hari ini ada 441. MBG menyumbang 211 kejadian, atau 48 persen dari kasus tersebut,” terang Dadan.

Ia juga memaparkan dampaknya: 636 penerima manfaat harus menjalani rawat inap dan lebih dari 11 ribu lainnya mendapat perawatan jalan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kasus Keracunan MBG bukan sekadar insiden sporadis.

Halaman:

Tags

Terkini