Mediapriangan.com - Linimasa media sosial diramaikan oleh kabar podcast Ahok bersama Denny Sumargo yang mendadak menghilang dari YouTube.
Tayangan di kanal podcast Curhat Bang Denny Sumargo tersebut diketahui hanya sempat mengudara sekitar 19 menit pada Rabu, 7 Januari 2026, sebelum akhirnya terkena takedown.
Podcast Ahok dan Denny Sumargo itu kemudian kembali tayang pada Kamis, 8 Januari 2026.
Kembalinya tayangan tersebut langsung menarik perhatian publik karena isi perbincangan menyentuh isu sensitif, mulai dari aturan Pilkada hingga kebebasan berekspresi, termasuk menyinggung komika Pandji Pragiwaksono.
Dalam obrolan itu, Ahok menceritakan pengalamannya terkait regulasi pencalonan kepala daerah. Ia mengaku pernah mengambil langkah berani dengan melepas jabatan demi maju ke jenjang politik yang lebih tinggi.
"Mereka (pejabat yang lebih tinggi) bikin peraturan waktu itu, bupati yang mau jadi gubernur harus berhenti, supaya saya takut," ujar Ahok.
"Maksudnya gitu loh, dia akhirnya kaget saat saya berhenti beneran," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ahok menilai aturan Pilkada kerap berubah dan dinilai hanya menyasar individu tertentu. Ia menyampaikan kritik terhadap praktik pembuatan regulasi yang menurutnya tidak konsisten.
"Jangan main-main suka-suka gitu. Lagi mau sikat Ahok, bikin A. Begitu enggak yang lain, bikin B," ungkap Ahok.
"Masa gara-gara saya mau maju jadi 10 tahun, saya mesti berhenti setengah tahun. Dari mana dasar hukumnya?," lanjutnya.
Menurut Ahok, ada kekhawatiran pihak tertentu terhadap peluang petahana untuk kembali terpilih. Ia bahkan menyinggung pengalamannya membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi.
"Ini sudah kayak ketakutan saya itu bisa terpilih lagi tahu enggak? Suruh saya berhenti dengan cara diputusin dong," terang Ahok.
Baca Juga: Diapresiasi Presiden Prabowo, Bupati Cecep Dinilai Sukses Dongkrak Produksi Beras Nasional