Di tengah proses yang berjalan di Polda Metro Jaya dan Bareskrim, Pandji Pragiwaksono menyatakan terbuka untuk berdialog dengan para pelapor. Ia menilai ruang diskusi bisa menjadi jalan untuk meluruskan perbedaan tafsir terhadap karya seni, termasuk materi Mens Rea.
"Saya sama Haris berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya. Selalu terbuka kok," terang Pandji.
"Secara historikal juga ada terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya," tutur Pandji.
"Saya selalu bersedia untuk dialog," tukasnya.***