JAKARTA, Mediapiangan.com - Badan Gizi Nasional memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap dilaksanakan selama Ramadan, meski muncul usulan viral MBG diganti uang Rp15 ribu dari seorang siswa sekolah dasar.
Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa skema pembagian disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat tanpa mengubah substansi program Makan Bergizi Gratis.
Isu viral MBG diganti uang Rp15 ribu mencuat setelah sebuah video di media sosial menampilkan siswi kelas 2 SD yang mengusulkan agar bantuan makanan selama puasa diganti dalam bentuk uang tunai.
Video itu beredar luas dan memicu diskusi publik terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di bulan suci. Dalam video tersebut, siswa perempuan itu menyampaikan permohonannya secara langsung.
“Untuk pemerintah yang terkait, kami mohon MBG pas puasa diganti dengan uang Rp15 ribu, untuk kami membeli takjil dan uang sisanya akan kami sisihkan untuk menabung,” ucap siswa perempuan tersebut, dikutip pada Senin, 16 Februari 2026.
Ia juga menambahkan, “Kan enak jadinya kalau punya baju baru dari pemerintah pas lebaran, kan keren. Terima kasih semuanya.”
Baca Juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Amerika Serikat, Siap Bertemu Donald Trump Bahas Kerja Sama Strategis
Unggahan itu telah ditonton ratusan ribu kali dan memunculkan beragam tanggapan. Sebagian warganet menilai bahwa Makan Bergizi Gratis tidak bisa dialihkan menjadi uang karena sudah melalui perhitungan biaya operasional, distribusi, dan pengawasan yang melekat dalam program Badan Gizi Nasional.
Menanggapi polemik viral MBG diganti uang Rp15 ribu, Badan Gizi Nasional sebelumnya telah menyatakan bahwa pelaksanaan Makan Bergizi Gratis selama Ramadan tetap berjalan dengan penyesuaian teknis.
Keputusan tersebut diambil setelah pembahasan bersama Majelis Ulama Indonesia pada 26 Januari 2026.
Baca Juga: Kas Nyaris Nol, Simpanan Menggunung: PT LKM Pancatengah di Ujung Krisis