nasional

Arie Kriting Soroti Polemik LPDP dan Kasus Maluku, Suarakan Nasionalisme dan Keadilan

Senin, 23 Februari 2026 | 16:10 WIB
Arie Kriting kritik polemik LPDP dan kasus Maluku, ajak jaga nasionalisme dan lindungi anak bangsa. (Instagram/arie_kriting)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Komika Arie Kriting menyampaikan kegelisahannya atas dua isu yang ramai diperbincangkan publik dalam sepekan terakhir, yakni polemik LPDP dan kasus Maluku yang melibatkan seorang pelajar.

Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 22 Februari 2026, Arie Kriting menuliskan pandangannya tentang nasionalisme dan rasa keadilan di tengah sorotan terhadap dua peristiwa tersebut.

Isu pertama yang disorot Arie Kriting adalah polemik LPDP yang dipicu oleh video viral seorang alumni penerima beasiswa. Konten bertajuk "Cukup Saya WNI, Anak Jangan" menuai reaksi luas dan kini tengah dalam penelusuran pihak terkait.

Baca Juga: 21 Tahun di Jepang, WNI Sastia Prama Putri Bangga Paspor Indonesia dan Gaungkan Cinta Tanah Air

Bagi Arie Kriting, pernyataan tersebut menyentuh sisi nasionalisme yang menurutnya tidak bisa dipandang ringan.

"Betapa membingungkan hidup di negara ini," tulis Arie memulai pernyataannya.

Ia mengaku rasa nasionalismenya terusik oleh polemik LPDP tersebut.

"Baru kemarin, rasa nasionalisme-ku terusik," kata Arie.

Menurutnya, pernyataan seorang penerima beasiswa yang bersumber dari dana publik seharusnya mencerminkan tanggung jawab moral terhadap bangsa.

Baca Juga: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Hadiri Hari Jadi Kota Banjar ke-23, Serukan Kolaborasi Pembangunan

"Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini," ungkap Arie.

"(Tertulis) 'Cukup aku yang WNI, anakku jangan', begitu katanya, membuat saya kesal juga," imbuhnya.

Arie Kriting juga mengingatkan agar persoalan di dalam negeri tidak dijadikan alasan untuk berpaling dari identitas kebangsaan. Dalam konteks polemik LPDP, ia menekankan pentingnya komitmen terhadap tanah kelahiran.

"Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat," terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini