Baca Juga: Tiga Bulan Pascabanjir, Desa Sulum Aceh Tamiang Terjebak Krisis Air Bersih dan Sanitasi
"Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI, kudoakan semoa dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang," tambah Arie.
Selain polemik LPDP, Arie Kriting turut menyoroti kasus Maluku yang menimpa seorang siswa SMP berusia 14 tahun. Dalam kasus Maluku tersebut, seorang anggota aparat berinisial MS telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya korban.
"Seorang pelajar, usianya masih 14 tahun, kepalanya remuk, dipukul, lalu tersungkur di atas tanah Maluku, nyawanya terenggut," paparnya.
"Sedih hatiku," sambung Arie Kriting.
Baca Juga: ANTAM Dorong Program Garitan Kalongliud, Model Pertanian Sirkular Bangkitkan Desa Terdampak Krisis
Melalui unggahan itu, Arie Kriting berharap kasus Maluku menjadi pelajaran agar kekuatan aparat digunakan sepenuhnya untuk melindungi, bukan melukai. Ia pun menutup pernyataannya dengan doa.
"Tuhan, lembutkan hati para ksatria kami, jadikanlah kekuatan dan senjata mereka untuk melindungi anak-anak bangsa ini," tandasnya.
Sorotan Arie Kriting terhadap polemik LPDP dan kasus Maluku memperlihatkan kegelisahan seorang figur publik atas arah nasionalisme dan rasa keadilan yang tengah diuji di tengah masyarakat.***
Artikel Terkait
Strategi Cerdas Membangun Brand Digital dengan Online Video Editor dan Buat Logo
HUT ke 23 Kota Banjar, Masagi Tumbuh Istimewa Didorong Inovasi dan Branding Daerah
Pengawasan DPRD Jabar di Ciamis Soroti Kebutuhan Ruang Kesempatan Kerja bagi Masyarakat
Terancam Gagal ke Final Four, Duel Proliga 2026 Penentu Nasib Jakarta Livin Mandiri dan Bandung BJB Tandamata
Drama Lima Set Proliga 2026 Putri, Jakarta Livin Mandiri Tekuk Bandung BJB Tandamata, Klasemen Kian Sengit
Setahun Viman Diky, Wali Kota Tasikmalaya Perluas Tasik Gemas sebagai Gerakan Masyarakat Sehat